Kinerja industri alas kaki nasional masih dibayangi sejumlah tantangan struktural yang berpotensi menahan laju pertumbuhan pada 2026. Dua isu yang mencuat adalah persoalan ketenagakerjaan (labor issue) dan efisiensi logistik.
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Anton J. Supit menyampaikan bahwa persoalan tenaga kerja menjadi faktor paling krusial bagi keberlanjutan industri padat karya seperti alas kaki. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari karakteristik struktur ketenagakerjaan di Indonesia yang masih didominasi pekerja berpendidikan menengah ke bawah serta sektor informal.
Dalam pemaparannya, Anton menyebut sekitar 60% dari total tenaga kerja di sektor ini merupakan pekerja informal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan utama yang perlu dihadapi industri dalam menjaga kinerja dan keberlanjutan usaha.

