BERITA TERKINI
Industri dan Konstruksi Diproyeksikan Tetap Jadi Motor Pertumbuhan Tay Ninh pada 2026

Industri dan Konstruksi Diproyeksikan Tetap Jadi Motor Pertumbuhan Tay Ninh pada 2026

Sektor industri dan konstruksi diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Tay Ninh pada 2026. Proyeksi ini ditopang oleh masuknya sejumlah proyek baru yang mulai beroperasi, ekspansi investasi perusahaan yang sudah berjalan, serta meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur dan real estat.

Pada 2026, rangkaian bisnis dan proyek baru yang telah menyelesaikan investasi dan memulai operasinya dinilai akan menambah kapasitas produksi secara signifikan di sektor pengolahan dan manufaktur. Sejumlah proyek di bidang bernilai tambah tinggi—mulai dari minuman, material baru, produksi pendukung, hingga teknologi tinggi—diperkirakan mulai menghasilkan output aktual. Beberapa di antaranya adalah Suntory PepsiCo Beverage Company Limited, Lac Long Trading and Manufacturing Company Limited, Eundan Company Limited, Ruy II Vietnam High Technology Company Limited, serta Reversoo Vietnam High Technology Company Limited.

Selain proyek baru, perusahaan yang telah beroperasi juga disebut terus memperluas skala investasi, meningkatkan kapasitas pabrik, dan berinovasi dalam teknologi produksi. Banyak perusahaan penanaman modal asing (FDI) dan domestik di kawasan industri di berbagai wilayah provinsi memperluas lini produksi, meningkatkan tingkat otomatisasi, dan mendorong produktivitas. Contoh yang disebut antara lain Coca-Cola Beverage Company Limited, pabrik manufaktur tekstil dan garmen Thai Tuan Group, serta sejumlah perusahaan industri pendukung yang melayani sektor garmen, alas kaki, dan pengemasan. Kondisi ini dinilai membantu menjaga pertumbuhan industri dan konstruksi tetap stabil, tidak hanya bergantung pada proyek-proyek baru.

Wakil Direktur Jenderal Airspeed Manufacturing Vietnam Co., Ltd., Bui Duc Tho, menilai Tay Ninh memiliki posisi strategis dari sisi logistik karena berbatasan dengan Kota Ho Chi Minh. Menurutnya, hal itu memudahkan perluasan kapasitas dan konektivitas rantai pasok. “Kami memperkirakan produksi akan meningkat pada tahun 2026 seiring pulihnya pasar,” ujarnya.

Ia juga menekankan peran lingkungan investasi dalam menarik investor FDI. Menurut Bui Duc Tho, keberadaan komunitas bisnis internasional yang sudah beroperasi turut menciptakan lingkungan bisnis yang dinamis dan profesional, sehingga membantu perusahaan untuk belajar, bekerja sama, dan menciptakan nilai lebih.

Di sisi lain, sektor konstruksi diproyeksikan tumbuh kuat pada 2026 seiring sejumlah proyek real estat skala besar yang menyelesaikan pembebasan lahan pada 2025 dan memasuki fase konstruksi. Proyek-proyek tersebut mencakup kawasan perkotaan baru, kawasan perkotaan ramah lingkungan, dan zona komersial-jasa dengan luas lahan besar serta modal investasi signifikan, seperti Kawasan Perkotaan Baru Phuoc Vinh Tay, Kawasan Perkotaan Baru Hau Nghia - Duc Hoa, dan kawasan perkotaan ekowisata-komersial.

Selain real estat, proyek infrastruktur strategis juga disebut menjadi pendorong penting bagi sektor konstruksi. Beberapa proyek yang disebut antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas LNG 1, Jalan Lingkar 4, Jalan Provinsi 827E, serta berbagai proyek transportasi dan perkotaan lain yang masuk dalam rencana investasi publik jangka menengah periode 2026–2030.

Dengan hadirnya faktor produksi baru secara bersamaan, ekspansi investasi bisnis, serta meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur, sektor industri dan konstruksi dinilai berpeluang tumbuh lebih cepat dibanding rata-rata umum. Dalam konteks ini, sektor industri dan konstruksi Tay Ninh diproyeksikan tumbuh 13,5% hingga 14% pada 2026 dan tetap memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan PDB provinsi.