Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Amerika Serikat (AS) sebesar 2,6% sepanjang 2026. Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan IMF pada Januari yang menempatkan pertumbuhan di angka 2,4%.
IMF juga menyoroti kondisi fiskal AS. Setelah disebut sedikit menurun pada 2025, defisit federal AS diperkirakan akan melampaui 6% dari PDB dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, rasio utang federal terhadap PDB diproyeksikan terus meningkat dalam jangka menengah.
Terkait kebijakan perdagangan, IMF menilai tarif yang lebih tinggi merupakan guncangan pasokan negatif bagi perekonomian AS. Dampaknya diperkirakan mendorong indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi sekitar 0,5% pada awal 2026, sekaligus menurunkan tingkat output sekitar 0,5%.
Meski demikian, IMF menyebut dampak kenaikan tarif terhadap konsumen bisa jadi lebih rendah dari perkiraan. Namun, ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan dinilai berpotensi menimbulkan hambatan yang lebih besar dari yang diperkirakan terhadap aktivitas ekonomi AS.
IMF menambahkan, tren kenaikan rasio utang publik terhadap PDB, bersamaan dengan meningkatnya rasio utang jangka pendek terhadap PDB, menunjukkan risiko stabilitas yang kian besar bagi AS dan ekonomi global.
Dalam pernyataannya, IMF mendorong AS untuk bekerja secara konstruktif dengan mitra dagang guna mengatasi kekhawatiran atas praktik perdagangan yang tidak adil, serta menyepakati pengurangan pembatasan perdagangan dan distorsi kebijakan industri secara terkoordinasi yang dinilai berdampak negatif lintas batas.

