BERITA TERKINI
IMF: Konflik AS-Israel-Iran Berisiko Dorong Inflasi Global Lewat Kenaikan Harga Energi

IMF: Konflik AS-Israel-Iran Berisiko Dorong Inflasi Global Lewat Kenaikan Harga Energi

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan potensi lonjakan inflasi global apabila konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berlangsung berkepanjangan. Peringatan itu disampaikan pada Kamis (19/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan, kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang dapat mendorong inflasi. Menurutnya, apabila situasi berlarut-larut, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan inflasi utama.

IMF memperkirakan kenaikan harga minyak sebesar 10% dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan inflasi global hingga 40 basis poin. Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga dapat menekan output ekonomi global sekitar 0,1% hingga 0,2%.

Eskalasi konflik meningkat sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dampak konflik turut dirasakan pada jalur energi global. Ketegangan di sekitar Iran menyebabkan terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar dunia.

Dalam langkah mitigasi, AS memberikan pengecualian sanksi terhadap pembelian minyak Rusia oleh India untuk kargo tertentu, termasuk yang dimuat sebelum 5 Maret. Pengecualian tersebut juga diperluas untuk seluruh minyak dan produk minyak Rusia yang dimuat sejak 12 Maret.