BERITA TERKINI
IHSG Naik ke 9.045 Meski Asing Masih Net Sell, Saham Asuransi dan Energi Menguat

IHSG Naik ke 9.045 Meski Asing Masih Net Sell, Saham Asuransi dan Energi Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam pada sesi sebelumnya. IHSG naik 35,46 poin atau 0,39% ke level 9.045,79, di tengah masih berlanjutnya tekanan jual dari investor asing.

Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 9.039,60 hingga 9.058,35, dengan pembukaan di area 9.010. Volume transaksi tercatat 18,85 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp1,00 triliun dan frekuensi 102,68 ribu kali. Aktivitas transaksi didominasi investor domestik yang menguasai 72,99% perdagangan, sementara porsi investor asing berada di kisaran 27,01%.

Meski indeks berhasil rebound secara teknikal, arus dana asing masih mencatat tekanan jual. Investor asing membukukan foreign sell sebesar Rp10,20 triliun, sedangkan foreign buy tercatat Rp8,30 triliun. Dengan demikian, pasar mencatatkan net foreign sell Rp1,90 triliun di seluruh pasar dan Rp1,88 triliun di pasar reguler. Data tersebut mengindikasikan penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aksi beli investor domestik.

Dari jajaran saham penguat, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) melonjak 29,63% ke level 140. Penguatan juga terjadi pada PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang naik 24,77% ke 1.385, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) yang menguat 24,00% ke 310, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang naik 19,87% ke 13.725. Sementara itu, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) menguat 19,13% ke 137.

Di sisi lain, sejumlah saham melemah. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) turun 8,85% ke 350, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) turun 8,85% ke 474, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terkoreksi 8,77% ke 208, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) turun 8,70% ke 210, dan PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) melemah 8,57% ke 96.

Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor transportasi naik 0,86% dan sektor infrastruktur menguat 0,85%, disusul sektor kesehatan yang naik 0,80%. Sektor energi bertambah 0,51%, sektor properti naik 0,49%, sementara sektor teknologi menguat tipis 0,25%. Satu-satunya sektor yang berada di zona merah adalah sektor industri dasar yang turun 0,10%.

Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas menilai IHSG sebelumnya terkoreksi 1,36% dan kini diperkirakan berada di awal wave iv dari wave 5. Kondisi ini membuat IHSG dinilai masih rentan melanjutkan koreksi ke area 8.710 hingga 8.887 jika tekanan jual kembali meningkat. Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas area support 8.956 hingga 8.905, peluang penguatan jangka pendek dinilai masih terbuka dengan target pengujian di rentang 9.026 hingga 9.054. Kombinasi tekanan asing dan dominasi beli investor domestik disebut menjadi faktor penentu arah IHSG dalam beberapa hari perdagangan ke depan.