BERITA TERKINI
IHSG Menguat 0,30% ke 8.146,72, Transaksi Tembus Rp25,38 Triliun

IHSG Menguat 0,30% ke 8.146,72, Transaksi Tembus Rp25,38 Triliun

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (4/2/2026). IHSG naik 24,12 poin atau sekitar 0,30% ke level 8.146,717.

Penguatan tersebut mencerminkan sentimen pasar yang membaik di tengah dinamika ekonomi global, seiring aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas perdagangan terpantau padat. BEI mencatat nilai transaksi sekitar Rp25,38 triliun, dengan volume perdagangan 42,37 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,81 juta kali. Tingginya transaksi ini menunjukkan minat investor yang masih kuat setelah pasar bergerak volatil dalam beberapa hari terakhir.

Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI turut meningkat ke kisaran Rp14.705 triliun. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya nilai perusahaan-perusahaan tercatat sekaligus mengindikasikan optimisme investor terhadap prospek kinerja emiten dalam jangka menengah.

Sejumlah faktor disebut memengaruhi penguatan IHSG. Pertama, masuknya kembali investor ke saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang pergerakan indeks, dengan sektor perbankan, energi, dan konsumsi turut menjadi pendorong. Kedua, likuiditas pasar yang masih kuat, tercermin dari volume dan frekuensi transaksi yang tinggi sehingga memberi ruang akumulasi saham tanpa tekanan jual berlebihan.

Selain itu, sentimen stabilitas ekonomi domestik dinilai ikut menopang pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dari sisi korporasi, investor juga mencermati ekspektasi terhadap laporan keuangan emiten yang akan dirilis dalam waktu dekat, dengan harapan pertumbuhan laba menjadi katalis tambahan bagi pergerakan pasar.

Meski ditutup menguat, pelaku pasar masih memantau risiko eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga komoditas. Namun, solidnya transaksi serta meningkatnya kapitalisasi pasar dinilai menunjukkan daya tahan pasar modal Indonesia untuk memasuki perdagangan berikutnya.