BERITA TERKINI
IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Pasar Cermati Tindak Lanjut Reformasi Pasar Modal

IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Pasar Cermati Tindak Lanjut Reformasi Pasar Modal

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (4/2/2026) diproyeksikan bergerak konsolidasi di tengah pelaku pasar yang mencermati tindak lanjut otoritas terhadap rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 28,45 poin atau 0,35 persen ke posisi 8.151,05, sementara Indeks LQ45 naik 3,50 poin atau 0,42 persen ke 827,23.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG berpotensi bergerak mendatar dalam rentang 7.950 hingga 8.400. Menurutnya, perhatian investor tertuju pada sejumlah agenda dan data ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pasar.

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) disebut akan membuka data kategori investor pasar modal Indonesia. Kategori yang sebelumnya berjumlah sembilan tipe akan diperinci menjadi 27 sub-tipe, sebagai bagian dari upaya transparansi yang diminta MSCI.

Dalam rencana tersebut, data investor perusahaan akan mencakup berbagai kategori, seperti private equity, pemerintah, peer to peer lending (pinjaman online), dan lainnya. Selain diperinci menjadi 27 sub-tipe, data investor juga akan diklasifikasikan berdasarkan afiliasi atau non-afiliasi.

Ratna juga menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membentuk panitia seleksi pimpinan OJK mencerminkan upaya menjaga stabilitas dan kredibilitas sektor keuangan, meski prosesnya dinilai telah melewati tenggat ideal.

Di sisi lain, pelaku pasar disebut masih bersikap wait and see terhadap rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025, yang dipandang dapat memberi gambaran mengenai fundamental perekonomian domestik.

Dari luar negeri, pasar menanti rilis indeks Institute for Supply Management (ISM) Service PMI Amerika Serikat untuk Januari 2026, yang diperkirakan relatif stabil di level 54,3 dari 54,4 pada Desember 2025. Sementara dari Eropa, perhatian tertuju pada data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 1,8 persen (year-on-year/yoy) dari 1,9 persen (yoy) pada Desember 2025.

Pergerakan pasar global sebelumnya menunjukkan tekanan di Wall Street pada Selasa (3/2). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,34 persen dan ditutup di 49.240,99, indeks S&P 500 turun 0,84 persen ke 6.917,79, sedangkan indeks Nasdaq Composite merosot 1,55 persen ke 25.338,62.

Di kawasan Asia pada pagi hari, bursa regional bergerak bervariasi. Indeks Nikkei melemah 292,90 poin atau 0,54 persen ke 54.427,80, indeks Shanghai menguat 12,86 poin atau 0,32 persen ke 4.947,70, indeks Hang Seng turun 21,36 poin atau 0,08 persen ke 26.813,66, dan indeks Strait Times naik 3,61 poin atau 0,07 persen ke 4.947,83.