BERITA TERKINI
IEF 2024: Evaluasi Enam Tahun Upaya Eksplorasi Hulu Migas dan Strategi Perusahaan untuk Temuan Baru

IEF 2024: Evaluasi Enam Tahun Upaya Eksplorasi Hulu Migas dan Strategi Perusahaan untuk Temuan Baru

Surabaya—Tenaga Ahli Komisi Pengawas Menteri ESDM Shinta Damayanti menyatakan keberhasilan eksplorasi hulu migas yang terlihat saat ini merupakan hasil kerja yang dimulai enam tahun lalu. Menurut Shinta, rangkaian upaya itu berawal pada 2018 melalui kegiatan G&G Days, lalu berlanjut pada 2019–2021 lewat program seperti data vintage, peningkatan kualitas data, basin modelling, pembaruan area prospektif, dan kegiatan terkait lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Indonesia Exploration Forum (IEF) 2024 yang berlangsung selama dua hari pada 14–15 Oktober 2024 di Surabaya. Shinta menjelaskan bahwa pada 2022 muncul portofolio eksplorasi baru serta kampanye pemboran eksplorasi baru. Upaya tersebut, kata dia, kemudian berkontribusi pada temuan “big fish” dan penemuan raksasa (giant discoveries) pada 2023.

Shinta juga memaparkan sejumlah capaian berdasarkan horizon waktu. Untuk jangka pendek, ia menyebut antara lain revisi regulasi data, optimalisasi café GGR, pembentukan play based working group, serta inisiatif lain. Pada jangka menengah, ia menyoroti akuisisi baru di area berpotensi “big fish”, termasuk FTG seluas 250 ribu km2, mega survei seismik 2D sepanjang 32.000 km, serta 11 studi di 20 cekungan.

Adapun jangka panjang diarahkan pada penemuan “big fish” dengan temuan di atas 100 MMBOE, seperti Timpan, Manpatu, Hidayah, dan lainnya, serta “giant discovery” di atas 500 MMBOE seperti Geng North dan Layaran-1. Untuk 2024, Shinta menyebut sejumlah target pemboran berukuran besar, antara lain Tangkulo-1, Astrea-1, Neb Base-3, Layaran-2, West Beluga-1, GQY-1, Ambar-4, Tedong-1, NK-1, dan target lainnya.

Dari sisi pelaku industri, Ahmad Najihal Amal selaku VP Exploration Technical Excellence & Coordination Pertamina Hulu Energi menyampaikan strategi Pertamina yang difokuskan pada eksplorasi secara masif dan agresif. Ia menyebut tiga fokus utama, yakni proyek lepas pantai seperti di Sulawesi Tengah, strategic partnership melalui kolaborasi dengan international oil companies (IOC), serta penetapan target eksplorasi secara agresif. Ia menambahkan, strategi itu didukung penyiapan SDM, sistem, data dan analitik, serta teknologi.

Sementara itu, Feriyanto selaku VP Exploration Medco E&P mengatakan Medco memprioritaskan cekungan yang sudah terbukti, sambil tetap melihat peluang lain untuk tumbuh. Ia menyebut tiga strategi yang ditempuh, yaitu penguatan strategi eksplorasi, investasi dan operasional yang efisien, serta pembangunan strategi kemitraan dan kolaborasi dengan pihak lain.

Fuji Koesumadewi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGN Saka, memaparkan rencana ke depan yang mencakup menjaga produksi, meningkatkan aktivitas eksplorasi, mengimplementasikan teknologi, serta membangun kolaborasi dan kemitraan. Untuk mendorong eksplorasi, PGN Saka menyiapkan langkah seperti akselerasi Komitmen Kerja Pasti (KKP), pemboran sumur eksplorasi, akuisisi data seismik, serta eksplorasi di Timur Indonesia guna mengejar potensi temuan besar.

Hendraman selaku VP Geoscience EMP menyebut strategi EMP mencakup akuisisi aset baru, pemboran eksplorasi, hingga penerapan strategi eksplorasi baru pada masa mendatang. Adapun Doni Argiyanto, Senior Exploration & Exploitation Manager Sele Raya Belida, menekankan pentingnya menjaga keberhasilan pemboran eksplorasi agar tidak berujung dry hole. Karena itu, menurut dia, program eksplorasi perlu disiapkan dengan matang, disertai mitigasi risiko yang baik, serta pengendalian biaya operasi agar tetap efisien.

IEF 2024 yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) selama 14–15 Oktober 2024 di Surabaya dinilai mendorong optimisme bahwa penemuan migas dapat terus meningkat untuk mendukung ketahanan energi. Forum tersebut juga disebut memperkuat optimisme SKK Migas dan KKKS terkait potensi penemuan pada masa mendatang.

Dalam implementasinya, kegiatan eksplorasi—sebagai salah satu tulang punggung pencapaian target long term plan (LTP)—disebut telah dilakukan secara agresif sejak LTP ditetapkan, meski sempat terkendala pandemi Covid-19. Sejak 2021, tren investasi eksplorasi disebut meningkat dari US$ 0,6 miliar (setara Rp 9,42 triliun dengan kurs Rp 15.700), naik 50% menjadi US$ 0,9 miliar (setara Rp 14,13 triliun) pada 2023, dan ditargetkan naik 100% menjadi US$ 1,8 miliar (setara Rp 28,26 triliun) pada 2024. Dalam dua tahun terakhir, Indonesia mencatat sejumlah temuan migas, termasuk dua penemuan raksasa Geng North dan Layaran-1 pada 2023.

Pada forum tersebut, SKK Migas dan KKKS juga membahas “kunci keberhasilan” eksplorasi sebagai pembelajaran bersama, yang diarahkan menjadi lesson learned dan sarana berbagi pengetahuan guna meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi industri hulu migas di masa mendatang pada setiap KKKS.