Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap memasuki periode kepemimpinan baru untuk masa jabatan 2026-2030. Untuk menentukan jajaran pimpinan tersebut, BEI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Dalam perkembangannya, beredar tiga paket nama calon direksi yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pasar modal, perbankan, hingga korporasi nasional. Salah satu paket yang disebut-sebut adalah tim yang dikaitkan dengan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi.
KPEI merupakan bagian dari infrastruktur pasar modal yang bertanggung jawab atas kliring dan penjaminan transaksi bursa. Sejumlah nama yang disebut masuk dalam paket tersebut antara lain Zaki Mubarak (Direktur PT Elit Sukses Sekuritas), Yulianto Aji Sadono (Kepala Divisi di BEI), Umi Kulsum (Direktur KPEI), Ahmad Subagja (mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas), Yohannes Liauw (Direktur Pefindo Biro Kredit), serta Andre Tjahjamuljo (Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia).
Saat dikonfirmasi, Iding membenarkan kabar mengenai paket calon direksi tersebut. “Insya Allah benar,” kata Iding, Rabu (25/3/2026).
Meski demikian, Iding menyatakan belum dapat memaparkan lebih rinci terkait program prioritas maupun visi dan misi yang akan diusung karena masih dalam tahap perumusan. “Detailnya sedang dirumuskan tim,” ujarnya.
Iding menegaskan, salah satu fokus yang ingin diperkuat adalah tata kelola manajemen sebagai fondasi untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dan mendorong pertumbuhan pasar modal. “Tapi yang jelas kami ingin governance (tata kelola) menjadi fondasi untuk kepercayaannya (trust) dan pertumbuhan (growth) pasar modal,” katanya.