BERITA TERKINI
IBC: Islamic Sustainable Finance Berpotensi Perdalam Pasar dan Perluas Pembiayaan Jangka Panjang

IBC: Islamic Sustainable Finance Berpotensi Perdalam Pasar dan Perluas Pembiayaan Jangka Panjang

Indonesian Business Council (IBC) mendorong pendalaman pasar keuangan melalui penguatan Islamic sustainable finance. Dengan pertumbuhan aset yang konsisten serta dukungan sektor riil yang dinilai kuat, IBC menilai industri keuangan syariah memiliki potensi untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus memperluas pembiayaan jangka panjang.

Chief Operating Officer IBC William Sabandar mengatakan, di tengah kebutuhan stabilitas dan kepercayaan di pasar keuangan, Islamic sustainable finance menawarkan nilai tambah yang berbasis prinsip etika, transparansi, dan akuntabilitas. Ia menambahkan, sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha nasional, IBC menempatkan diri sebagai penghubung strategis antara pemerintah, regulator, pelaku pasar, dan mitra internasional.

Melalui pilar economy and financial development, William menyebut IBC aktif mendorong dialog berbasis data, penguatan kepercayaan pasar, mobilisasi investasi jangka panjang, serta pengembangan keuangan syariah yang berkelanjutan.

“Dengan ekosistem yang kuat, instrumen yang beragam, dan standar yang kredibel, keuangan syariah berkelanjutan dapat membantu memperdalam pasar keuangan sekaligus mendukung transisi hijau dan pertumbuhan inklusif,” kata William dalam Indonesia Economics Summit 2026 di Jakarta, Rabu (4/2).

Dari perspektif global, Chair Global Ethical Finance Initiative (GEFI) Dame Susan Rice menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan pengembangan Islamic sustainable finance. Menurutnya, keselarasan prinsip keuangan syariah dengan kerangka lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik modal global.

“Selama didukung kebijakan yang konsisten, inovasi pasar, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” kata Dame.

Dalam kesempatan yang sama, IBC dan GEFI menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama strategis di bidang keuangan syariah, keuangan etis, dan keuangan berkelanjutan. Kerja sama tersebut mencakup dialog kebijakan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inisiatif bersama ke depan.