Jakarta—Harga Patokan Ekspor (HPE) emas Indonesia pada periode pertama Maret 2026 tercatat menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penguatan ini sejalan dengan meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia serta dorongan permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven).
Kementerian Perdagangan mencatat HPE emas naik dari 159.475,43 dolar AS per kilogram menjadi 161.568,53 dolar AS per kilogram. Pada periode yang sama, Harga Referensi (HR) emas juga meningkat dari 4.960,24 dolar AS per troy ounce menjadi 5.025,35 dolar AS per troy ounce untuk periode 1–14 Maret 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan penguatan harga emas dipengaruhi oleh meningkatnya minat bank sentral global untuk menambah cadangan emas. Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi proteksi nilai di tengah tekanan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya mereda.
Tommy menambahkan, emas kembali menjadi instrumen lindung nilai ketika pasar global menghadapi berbagai risiko, seperti perlambatan ekonomi, volatilitas nilai tukar, dan ketidakpastian kebijakan moneter negara maju. Kondisi tersebut menjaga permintaan emas tetap solid, bahkan cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
“Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven serta pembelian oleh sejumlah bank sentral global di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dunia,” ujar Tommy dalam keterangan resminya di Jakarta.
Sementara itu, komoditas tambang lain menunjukkan pergerakan berbeda. HPE konsentrat tembaga dengan kadar Cu ≥ 15 persen untuk periode 1–14 Maret 2026 ditetapkan sebesar 6.684,18 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT), turun tipis 0,12 persen dibanding periode kedua Februari 2026 yang berada di 6.692,35 dolar AS per WMT.
Penurunan HPE tembaga disebut dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar serta penguatan dolar AS, bersamaan dengan fase konsolidasi harga tembaga global. Setelah sempat melonjak, harga tembaga mengalami koreksi teknis dalam rentang penghitungan yang digunakan pemerintah.
Berdasarkan data pasar internasional, harga tembaga di London Metal Exchange sempat menembus 13.000 dolar AS per ton dan mencapai sekitar 13.300 dolar AS per ton pada 11 Februari 2026. Setelah itu, harga terkoreksi ke kisaran 12.500–12.700 dolar AS per ton sebelum kembali menguat mendekati 13.200 dolar AS per ton pada akhir Februari 2026.

