BERITA TERKINI
HKI: 18 Proyek Strategis Hilirisasi Dapat Dorong Investasi, Lapangan Kerja, dan Daya Saing Industri

HKI: 18 Proyek Strategis Hilirisasi Dapat Dorong Investasi, Lapangan Kerja, dan Daya Saing Industri

Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi melalui pengembangan 18 proyek strategis di berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian, hingga energi serta sumber daya mineral. Dalam rencana tersebut, kawasan industri diproyeksikan menjadi simpul utama pelaksanaan proyek dengan menyediakan lahan siap bangun dan ekosistem industri terintegrasi agar investasi berjalan lebih efektif.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana menilai percepatan investasi dari proyek-proyek strategis itu dapat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia juga menilai keberhasilan proyek akan memperkuat struktur industri nasional dalam jangka panjang.

"Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing," kata Ma'ruf di Kementerian Perindustrian, Selasa (20/1/2026).

Ma'ruf menegaskan 18 proyek strategis tersebut tidak berdiri sebagai proyek sektoral semata, melainkan diharapkan menjadi penggerak siklus pertumbuhan yang saling menopang. Menurutnya, kawasan industri berperan memastikan keterhubungan antara investasi, produksi, dan penyerapan tenaga kerja dapat berjalan beriringan.

Di sisi lain, Presiden Prabowo menekankan pentingnya dukungan pendidikan tinggi dalam menopang investasi strategis dan agenda hilirisasi. Ia disebut telah bertemu para rektor dan guru besar pekan lalu untuk mendorong penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, serta keterlibatan kampus dalam pengembangan industri.

HKI memandang arahan tersebut sebagai sinyal bahwa pembangunan industri ke depan perlu bertumpu pada kesiapan sumber daya manusia, riset terapan, dan inovasi. "HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Ma'ruf.

Ia menilai penekanan Prabowo terhadap peran perguruan tinggi dalam mendukung 18 proyek strategis yang dikelola Danantara menunjukkan arah kebijakan yang makin terintegrasi. Sinergi pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi dinilai penting agar hilirisasi tidak berhenti pada tahap produksi, melainkan menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

"Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan," ujar Ma'ruf.

Dukungan pendanaan riset juga disampaikan melalui rencana penambahan anggaran riset dan inovasi untuk perguruan tinggi sebesar Rp 4 triliun. Tambahan dana itu diarahkan untuk memperkuat riset yang menopang pembangunan industri dalam negeri, termasuk 18 proyek strategis dari sektor waste to energy hingga hilirisasi mineral dan pangan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan penguatan riset menjadi kunci agar agenda hilirisasi tidak bergantung pada teknologi luar. Ia menyebut perguruan tinggi diharapkan menjadi tulang punggung pengembangan teknologi nasional yang relevan dengan kebutuhan industri.

"Tadi ada 18 proyek strategis. Nah itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi," kata Brian.