Tangerang Selatan — Anggota DPR RI Komisi VII Hendry Munief mendorong Kawasan Industri BSD City, khususnya Taman Tekno BSD, menjadi percontohan nasional pengembangan kawasan industri yang komprehensif, ramah lingkungan, serta mampu memberdayakan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan itu disampaikan Hendry saat kunjungan kerja ke Taman Tekno BSD City pada Kamis (15/12/2026). Ia menilai kawasan tersebut terintegrasi dengan baik karena memadukan area industri dengan perumahan, wisata, ruang terbuka hijau, hingga danau, sehingga membentuk ekosistem industri yang dinilai modern dan berkelanjutan.
“Industri yang kita lihat hari ini di Taman Tekno BSD City merupakan kawasan industri yang sangat luar biasa dan komprehensif. Ini menjadi contoh yang sangat baik, dan saya berharap Kementerian Perindustrian dapat menjadikannya referensi dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri,” ujar Hendry.
Menurut Hendry, konsep kawasan industri seperti BSD City sebaiknya tidak hanya dikembangkan di Pulau Jawa, tetapi juga diterapkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera. Ia mencontohkan sejumlah kawasan industri di daerah pemilihannya, seperti Kawasan Industri Tenayan di Kota Pekanbaru, Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, serta beberapa kawasan industri lain di Provinsi Riau yang disebutnya menunjukkan perkembangan signifikan.
Ia juga menekankan pentingnya aspek lingkungan hidup dalam pembangunan kawasan industri. Hendry menyoroti perlunya kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dijalankan secara serius dan tidak sekadar menjadi formalitas perizinan.
“Sejak terjadinya sejumlah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kita melihat bahwa AMDAL menjadi hal yang sangat penting. Bukan hanya sekadar selembar kertas izin, tetapi harus benar-benar diterapkan dengan baik. Di sinilah fungsi pengawasan kami sebagai anggota DPR,” tegasnya.
Selain AMDAL, Hendry menilai persoalan drainase menjadi faktor kunci untuk menciptakan kawasan industri dan hunian yang nyaman. Ia mengingatkan bahwa kawasan yang dirancang baik tetap berisiko kehilangan kenyamanan apabila rawan banjir. Karena itu, sistem drainase perlu dirawat, dipantau rutin, dan diantisipasi dengan respons cepat, terutama saat curah hujan tinggi.
Hendry mengapresiasi penanganan banjir di kawasan BSD City yang dinilainya cukup cepat dan terkoordinasi. Ia berharap setiap daerah memiliki tim gerak cepat untuk merespons kondisi darurat berdasarkan informasi dari BMKG, termasuk dalam mengantisipasi luapan sungai dan saluran drainase.
Lebih lanjut, Hendry menegaskan bahwa tenaga kerja lokal dan UMKM merupakan faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri harus menjadi prioritas.
“Tenaga kerja lokal harus mendapatkan perhatian pertama. Namun yang tidak kalah penting adalah pendidikan vokasi. Kolaborasi antara industri dan pendidikan vokasi harus benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri,” jelasnya.
Ia mencontohkan model kolaborasi di kawasan industri MM2100 di Cikarang, Bekasi, di mana puluhan perusahaan industri bekerja sama menentukan jurusan pendidikan vokasi yang sesuai kebutuhan mereka. Menurut Hendry, model tersebut efektif untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai sekaligus mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai ekonomi industri.

