Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hendry Munief, menilai masa sidang kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri nasional melalui penyiapan regulasi kawasan industri yang terintegrasi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) siap kerja.
Pernyataan itu disampaikan Hendry dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI, Selasa (13/01) pagi di Jakarta.
Hendry mengatakan pihaknya akan fokus memperjuangkan sektor industri, termasuk dengan menyiapkan pembentukan panitia kerja (Panja) untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri serta Panja Daya Saing Industri.
Menurut Hendry, tantangan utama industri nasional tidak hanya terkait regulasi, tetapi juga lemahnya kesesuaian antara kebutuhan industri dan kualitas tenaga kerja. Ia menekankan pentingnya penguatan konsep link and match agar pengembangan kawasan industri berjalan seiring dengan kesiapan tenaga kerja.
“Kami menemukan bahwa yang paling penting adalah link and match. Kawasan industri tidak cukup hanya diatur regulasinya, tetapi juga harus menyiapkan orang-orang yang siap meningkatkan daya saing industri,” kata Hendry.
Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan vokasi, mulai dari SMK hingga politeknik, agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Hendry menilai keterhubungan pendidikan vokasi dengan perusahaan industri perlu diperkuat agar lulusan lebih siap memasuki pasar kerja.
Sebagai wakil rakyat dari Provinsi Riau, Hendry berharap lulusan SMK dan politeknik di daerahnya dapat terserap optimal oleh perusahaan industri yang berkembang di kawasan industri.
“Kami berharap SMK di Provinsi Riau betul-betul bisa diserap oleh perusahaan industri yang ada. Begitu juga politeknik, lulusannya harus benar-benar siap bekerja di industri,” ujarnya.
Hendry menegaskan Fraksi PKS di Komisi VII DPR RI akan terus mendorong kebijakan industri yang tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga membangun manusia sebagai penggerak utama daya saing nasional.

