BERITA TERKINI
Harga Emas Terus Cetak Rekor, Analis Perkirakan Tren Naik Bisa Bertahan hingga 2026–2028

Harga Emas Terus Cetak Rekor, Analis Perkirakan Tren Naik Bisa Bertahan hingga 2026–2028

Harga emas terus melaju tanpa banyak jeda dalam beberapa hari terakhir, mencetak rekor baru di pasar global maupun domestik. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar: sampai kapan reli emas akan bertahan?

Di dalam negeri, harga emas Antam dilaporkan telah menembus Rp3 juta per gram di sejumlah lokapasar. Di Tokopedia, emas Antam tercatat dijual Rp3,094 juta per gram, sementara di Shopee mencapai Rp3,246 juta per gram. Di Blibli, harganya berada di Rp3,055 juta per gram, sedangkan di TikTok Shop dan Lazada masing-masing dipasarkan Rp3,092 juta dan Rp3,094 juta per gram.

Kenaikan di pasar domestik sejalan dengan lonjakan harga emas dunia. Di pasar global, emas mencetak rekor baru dengan menembus US$4.940 per troy ons, memperpanjang reli tajam dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah faktor disebut mendorong penguatan harga emas, mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global. Situasi tersebut membuat investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai tren kenaikan harga emas belum akan berhenti dalam waktu dekat. Ia memandang dinamika global yang belum stabil memberi ruang bagi emas untuk terus menguat. “Tren kenaikan harga emas dunia logam mulia ini kemungkinan sampai tahun 2028, sampai masa jabatan Trump berakhir,” ujarnya, Rabu (21/1).

Ibrahim menilai kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpengaruh terhadap ekonomi global, terutama terkait isu geopolitik dan perang dagang. Menurutnya, kondisi itu mendorong investor global mencari aset aman, sehingga emas kembali menjadi pilihan utama.

Ia juga memproyeksikan harga emas dunia pada 2026 berpotensi menembus US$5.500 per troy ons, dengan lonjakan harga global berada di kisaran US$3.500 per ons. Ibrahim menyebut konflik Rusia-Ukraina, ketegangan Uni Eropa dan AS, hingga isu Greenland yang memicu friksi NATO sebagai faktor yang menciptakan gejolak pasar dan membuat emas terus diburu. Di dalam negeri, pelemahan rupiah disebut ikut memperkuat tekanan kenaikan harga emas domestik.

Meski prospek jangka menengah dinilai masih positif, Ibrahim mengingatkan masyarakat untuk berhitung matang sebelum membeli emas di level harga saat ini. “Bagi pemula belilah dengan cara mencicil, bisa melalui Pegadaian atau bullion bank. Jangan langsung beli besar,” katanya. Ia menekankan emas tetap dapat menjadi instrumen lindung nilai, namun bukan berarti tanpa risiko.

Pandangan serupa disampaikan pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra. Ia menilai tren kenaikan emas masih terbuka setidaknya hingga 2026, didorong kombinasi penurunan suku bunga acuan AS, kebijakan tarif resiprokal Trump, serta ketidakpastian global yang belum mereda. “Ada kemungkinan bisa naik hingga US$5.000 sampai US$6.000 per troy ons,” ujarnya.

Namun Ariston juga mengingatkan harga emas saat ini sangat volatil dan tidak cocok untuk spekulasi jangka pendek. Ia menilai investor perlu memahami risiko karena secara historis harga emas pernah bergerak mendatar (sideways) dalam periode yang cukup lama.

Sebelumnya, harga emas Antam kembali mencetak rekor pada perdagangan Jumat (23/1). Berdasarkan data Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram naik menjadi Rp2,880 juta per gram, melonjak Rp90 ribu dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan tersebut membuat harga emas Antam mendekati level psikologis Rp2,9 juta per gram, sekaligus memperpanjang tren percepatan harga emas domestik. Harga buyback emas Antam juga naik menjadi Rp2,715 juta per gram.

Di pasar global, reli emas terlihat lebih mencolok. Pada Kamis (22/1), harga emas dunia naik 2,07 persen ke level US$4.936,29 per troy ons dan sempat menyentuh US$4.940,40 per troy ons secara intraday. Penguatan itu membuat emas naik sekitar 7,4 persen hanya dalam empat hari perdagangan.