Harga emas jenis Aneka Tambang (Antam) masih melanjutkan tren kenaikan menjelang akhir Januari. Dengan pergerakan yang belum menunjukkan tanda berhenti, harga emas diperkirakan berpeluang mencapai Rp 3 juta per gram pada pekan terakhir Januari atau awal Februari.
Sebelumnya, pada pertengahan bulan, harga emas sempat bergerak stagnan dan perlahan stabil di kisaran Rp 2,6 juta. Namun, berdasarkan grafik harga emas di laman Logam Mulia, kenaikan kembali terjadi sejak Rabu (21/1) dan mencapai puncak pada Jumat (23/1).
Pada Kamis (22/1) harga sempat terkoreksi, tetapi kembali melonjak pada hari berikutnya. Dalam rentang satu hari, harga emas naik Rp 90 ribu, dari Rp 2.790.000 menjadi Rp 2.880.000.
Memasuki Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1), harga kembali cenderung stagnan dengan kenaikan sekitar Rp 7 ribu. Dengan momentum kenaikan yang sudah terjadi, serta situasi ekonomi dan politik global yang dinilai kurang baik, harga emas dinilai masih berpotensi melanjutkan penguatan.
Perlu dicatat, harga pembelian emas belum termasuk pajak penghasilan (PPh). Saat ini, harga satu gram emas setelah penyesuaian pajak tercatat Rp 2.669.658 per gram, dengan tambahan PPh 0,25 persen. Kondisi ini dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang hendak membeli emas.
Di sisi lain, situasi saat ini disebut dapat menjadi momentum bagi pemilik emas untuk menjual. Harga jual kembali (buyback) emas Antam telah menembus kisaran Rp 2,7 juta dan sejak Jumat stabil di angka Rp 2.722.000.
Sementara itu, harga emas Antam di Pegadaian tercatat lebih tinggi. Mengacu pada tabel harga emas di laman resmi BUMN tersebut, emas 1 gram dijual seharga Rp 3.168.000.

