Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada Sabtu, 28 Februari 2026. Harga emas Antam 24 karat tercatat meningkat Rp 40.000 per gram menjadi Rp 3.085.000 per gram.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan yang terus menanjak membuat emas kembali ramai diperbincangkan sebagai instrumen investasi, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.
Rincian harga emas Antam terbaru
Berdasarkan pembaruan harga dari laman Logam Mulia, berikut daftar harga emas Antam hari ini menurut ukuran:
0,5 gram: Rp 1.592.500
1 gram: Rp 3.085.000
2 gram: Rp 6.110.000
3 gram: Rp 9.140.000
5 gram: Rp 15.200.000
10 gram: Rp 30.345.000
25 gram: Rp 75.737.000
50 gram: Rp 151.395.000
100 gram: Rp 302.712.000
250 gram: Rp 756.515.000
500 gram: Rp 1.512.820.000
1.000 gram (1 kg): Rp 3.025.600.000
Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga berada di Rp 1.592.500. Sementara itu, untuk pembelian 1 kilogram, dana yang perlu disiapkan tercatat di atas Rp 3 miliar.
Harga buyback ikut naik
Selain harga jual, harga buyback (pembelian kembali) emas Antam juga naik Rp 40.000 per gram. Saat ini, harga buyback berada di Rp 2.864.000 per gram.
Harga buyback menjadi acuan saat pemilik emas menjual kembali emasnya ke Antam. Selisih antara harga jual dan harga buyback merupakan salah satu pertimbangan yang kerap diperhitungkan investor sebelum bertransaksi.
Ketentuan pajak untuk transaksi buyback di atas Rp 10 juta
Dalam transaksi buyback, terdapat ketentuan perpajakan yang berlaku. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%.
Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses buyback dilakukan, sehingga dana yang diterima penjual merupakan nilai setelah pemotongan pajak sesuai ketentuan.
Faktor pendorong kenaikan harga
Kenaikan harga emas Antam umumnya dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kondisi geopolitik global. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang diburu investor.
Analis pasar logam mulia, Budi Santoso, menilai tren kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut jika tekanan global belum mereda.
“Emas masih menjadi pilihan utama investor saat volatilitas pasar tinggi. Selama ketidakpastian ekonomi global berlangsung, harga emas cenderung tetap kuat,” ujar Budi.
Ia juga menambahkan bahwa investor ritel di Indonesia semakin memperhatikan pentingnya diversifikasi aset. “Banyak masyarakat tidak lagi melihat emas hanya sebagai perhiasan, tetapi sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang,” tambahnya.
Pertimbangan membeli emas saat harga naik
Dengan harga yang telah menembus Rp 3.085.000 per gram, sebagian calon investor mempertimbangkan kembali waktu pembelian. Secara historis, emas kerap dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang, sementara fluktuasi harga jangka pendek merupakan hal yang lazim.
Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan keuangan masing-masing.

