Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia menguat pada perdagangan Rabu (21/1/2026), didorong ekspektasi meningkatnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek serta sinyal perbaikan ekspor.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM38 per ton atau sekitar 0,93% menjadi RM4.132 per ton pada jeda perdagangan siang, menurut Reuters.
Pelaku pasar menilai penguatan ini sejalan dengan proyeksi peningkatan pembelian dalam beberapa pekan ke depan. Menjelang musim perayaan, permintaan minyak nabati—termasuk minyak sawit—umumnya menguat seiring kebutuhan industri makanan dan konsumsi rumah tangga.
Sentimen positif juga ditopang perkembangan ekspor. Berdasarkan data surveyor kargo, pengapalan produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Januari diperkirakan meningkat sekitar 8,64% hingga 11,4% dibandingkan periode sebelumnya secara bulanan (month-on-month). Kenaikan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan permintaan dari pasar global.
Dari sisi regional, pergerakan harga CPO turut mengikuti tren penguatan minyak nabati pesaing. Di Bursa Dalian, kontrak soyoil paling aktif naik tipis 0,05%, sementara kontrak minyak sawit menguat 1,24%. Di pasar Amerika Serikat, harga soyoil di Chicago Board of Trade (CBOT) juga naik sekitar 0,13%.

