BERITA TERKINI
Harga CPO Malaysia Menguat, Pasar Cermati Prospek Biodiesel AS dan Risiko Turunnya Produksi

Harga CPO Malaysia Menguat, Pasar Cermati Prospek Biodiesel AS dan Risiko Turunnya Produksi

KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia menguat pada perdagangan Kamis (22/1/2026), didorong sentimen pasar yang menilai pasokan berpotensi mengetat di tengah permintaan yang masih solid. Selain itu, pelaku pasar juga merespons meningkatnya ekspektasi penggunaan CPO sebagai bahan baku biodiesel seiring Amerika Serikat diperkirakan segera merilis aturan final terkait kebijakan biofuel.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM36 per ton atau sekitar 0,87% menjadi RM4.190 per ton pada jeda perdagangan siang, setara dengan US$1.036,10 per ton.

Pelaku pasar menilai kombinasi faktor pasokan dan prospek permintaan energi menjadi pendorong utama penguatan. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan atau penurunan produksi di sejumlah wilayah produsen, bersamaan dengan sinyal meningkatnya kebutuhan minyak nabati untuk campuran biodiesel, mendorong pasar lebih agresif memburu kontrak CPO.

Penguatan di Malaysia sejalan dengan pergerakan harga minyak nabati global. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak kedelai paling aktif naik sekitar 0,8%, sementara kontrak minyak sawit menguat 1,39%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis sekitar 0,04%.

Analis menilai kenaikan serempak di pasar minyak nabati mencerminkan sentimen yang masih konstruktif terhadap sektor ini. Selain faktor musiman dan cuaca yang dapat memengaruhi produksi, pasar juga terus mencermati arah kebijakan energi global—terutama di Amerika Serikat—yang berpotensi memperluas penggunaan minyak nabati dalam bauran bahan bakar.

Dengan kondisi tersebut, harga CPO dinilai masih berpeluang bertahan di jalur penguatan dalam jangka pendek, selama tidak muncul tekanan baru dari sisi makroekonomi global maupun lonjakan tajam pasokan.