Pemerintah Kota Hanoi menegaskan komitmennya untuk mencegah dan memerangi penyalahgunaan serta pengambilan keuntungan dari Dana Asuransi Kesehatan. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan target perluasan kepesertaan berbagai program jaminan sosial di wilayah tersebut.
Sesuai rencana yang ditetapkan, Hanoi menargetkan cakupan asuransi kesehatan mencapai 96,25% dari total populasi. Selain itu, kota ini menargetkan 49% angkatan kerja usia produktif berpartisipasi dalam asuransi sosial wajib, 4% dalam asuransi sosial sukarela, serta 46,5% dalam asuransi pengangguran.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Hanoi akan memperkuat penerapan berbagai solusi, termasuk pemulihan pembayaran yang tertunggak, penanganan pembayaran yang tidak lengkap, serta penguatan langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan dan praktik mengambil keuntungan dari Dana Asuransi Kesehatan.
Sejumlah departemen, lembaga, dan otoritas lokal akan mengoordinasikan inspeksi dan audit berdasarkan rencana terpadu guna menghindari pemeriksaan yang tumpang tindih. Di sektor layanan kesehatan, Departemen Kesehatan akan mengarahkan fasilitas medis untuk meningkatkan kualitas layanan, menerapkan teknologi informasi, serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan medis.
Sementara itu, Badan Asuransi Sosial kota akan berkoordinasi untuk mendorong transformasi digital. Langkah ini mencakup pendampingan kepada masyarakat dalam penggunaan aplikasi VssID dan sistem Asuransi Sosial digital, serta memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu dan akurat.

