NUUK — Dalam skenario perang nuklir hipotetis yang melibatkan Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS), Greenland disebut berada di posisi yang sangat strategis. Letaknya di kawasan Arktik dinilai berada di bawah jalur penerbangan yang dapat dilalui rudal bersenjata nuklir dari Rusia dan China menuju target di AS, dan sebaliknya.
Isu ini kembali mencuat seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menilai kepemilikan AS atas Greenland penting bagi rencana sistem pertahanan rudal bernama Golden Dome. Trump menyebut sistem bernilai miliaran dolar itu ditargetkan beroperasi sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
“Karena Golden Dome, dan sistem senjata modern, baik serangan maupun pertahanan, kebutuhan untuk mengakuisisi sangat penting,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu, sebagaimana dikutip Associated Press, Minggu (25/1/2026).
Pernyataan tersebut mengiringi pekan yang kembali bergejolak terkait wilayah otonom di bawah Denmark itu. Trump kembali mendorong gagasan kepemilikan AS atas Greenland, sebelum kemudian tampak meredakan sikapnya dengan mengumumkan pada Rabu adanya “kerangka kesepakatan masa depan” mengenai keamanan Arktik, yang disebut kemungkinan belum merupakan keputusan akhir.
Berikut tiga alasan yang kerap dikaitkan dengan posisi Greenland dalam konteks pertahanan nuklir.
1. Berada di jalur penerbangan ICBM
Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) yang diluncurkan dalam konflik nuklir cenderung menempuh rute terpendek menuju sasaran. Lintasannya biasanya berupa lintasan balistik ke luar angkasa lalu kembali memasuki atmosfer. Jalur terpendek dari Rusia atau China menuju Amerika Serikat—dan sebaliknya—disebut banyak melewati kawasan Arktik.
Contohnya, rudal Topol-M Rusia yang ditembakkan dari kompleks silo Tatishchevo di tenggara Moskow disebut akan melintas tinggi di atas Greenland jika ditujukan ke kekuatan ICBM AS yang terdiri dari 400 rudal Minuteman III. Rudal-rudal Minuteman III itu ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Minot (North Dakota), Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom (Montana), dan Pangkalan Angkatan Udara Warren (Wyoming).
Selain itu, rudal Dong Feng-31 China, jika ditembakkan dari ladang silo baru yang menurut Departemen Pertahanan AS telah dibangun di China, juga disebut dapat melintasi Greenland apabila menargetkan Pantai Timur AS.
“Jika terjadi perang, sebagian besar aksi akan berlangsung di hamparan es itu. Bayangkan: rudal-rudal itu akan terbang tepat di atas pusatnya,” kata Trump pada Rabu dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
2. Berkaitan dengan rencana pertahanan rudal Golden Dome
Trump mengaitkan urgensi Greenland dengan Golden Dome, yang ia gambarkan sebagai sistem pertahanan rudal untuk menghadapi ancaman senjata modern, baik dalam konteks serangan maupun pertahanan. Dalam pernyataannya, ia menilai kebutuhan untuk mengakuisisi Greenland menjadi “sangat penting” karena proyek tersebut.
3. Menjadi titik krusial dalam agenda keamanan Arktik
Greenland juga disebut berada pada persimpangan kepentingan keamanan Arktik. Setelah kembali mendorong gagasan kepemilikan AS, Trump pada Rabu mengumumkan adanya “kerangka kesepakatan masa depan” terkait keamanan Arktik, meski ia menegaskan hal itu kemungkinan bukan keputusan akhir.

