BERITA TERKINI
GAPKI dan UPN Veteran Yogyakarta Gelar Seminar Nasional Susun Peta Jalan Sawit Berkelanjutan

GAPKI dan UPN Veteran Yogyakarta Gelar Seminar Nasional Susun Peta Jalan Sawit Berkelanjutan

Yogyakarta—Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar Seminar Nasional untuk merumuskan peta jalan industri sawit berkelanjutan, Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini digelar sebagai respons atas stagnasi produksi serta fluktuasi nilai ekspor komoditas kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa periode terakhir di pasar global.

Seminar bertajuk “Menakar Industri Sawit dari Aspek Ekonomi, Sosial dan Lingkungan” tersebut mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, dan pelaku industri di Ruang Seminar UPNVY untuk membahas solusi, baik dari sisi kebijakan maupun teknis.

Ketua Umum GAPKI, Ir. Eddy Martono R, MM, dalam kesempatan itu menyampaikan pandangannya mengenai peran sektor sawit bagi kebutuhan pangan dan energi. “Sawit Indonesia adalah penopang ekonomi nasional dan menyediakan pangan serta energi untuk dunia. Sawit Indonesia sangat dibutuhkan dunia, oleh karena itu tidak usah khawatir, masa depan industri sawit masih sangat bagus,” ujarnya, dikutip dari laman UPNVY.

Dari forum tersebut, sejumlah poin dirumuskan, antara lain penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief) untuk pemerintah pusat, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Pertanian UPNVY dan GAPKI, serta rencana hilirisasi hasil penelitian ilmu tanah untuk meningkatkan produktivitas lahan perkebunan.

Dekan Fakultas Pertanian UPNVY, Dr. Ir. Budi Widayanto, M.Si, menyatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mendukung ketahanan nasional melalui optimalisasi komoditas unggulan. Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Muhamad Kundarto, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk menghimpun masukan para pakar guna merumuskan gagasan agar sawit menjadi komoditas strategis nasional. Ia juga menyebut pihaknya berkomitmen menyusun policy brief sebagai bahan pertimbangan strategis bagi pimpinan negara.

Dokumen rekomendasi yang disusun tersebut direncanakan akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis terkait masa depan tata kelola perkebunan nasional.

Selain membahas kebijakan, seminar juga mendalami aspek teknis melalui paparan sejumlah narasumber. Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto membahas kendala serta optimalisasi pemanfaatan lahan kelapa sawit. Adapun aspek ekonomi dan lingkungan dibahas oleh Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin dan Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, dengan penekanan pada upaya menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan kelestarian ekosistem.

Dalam diskusi, stagnasi produksi disebut sebagai tantangan utama yang memerlukan pendekatan sains dan teknologi agar Indonesia tetap berdaya saing di pasar internasional, sejalan dengan standar keberlanjutan yang berlaku. Forum ditutup dengan kesepakatan bahwa status sawit sebagai komoditas strategis nasional membutuhkan payung hukum yang kuat serta sinergi antara dunia pendidikan dan korporasi.