BERITA TERKINI
ESDM Tak Persoalkan Lonjakan Impor Bijih Nikel dari Filipina

ESDM Tak Persoalkan Lonjakan Impor Bijih Nikel dari Filipina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tidak mempermasalahkan potensi lonjakan impor bijih nikel dari Filipina yang diperkirakan terjadi seiring pemangkasan produksi bijih nikel pada tahun ini.

Impor bijih nikel dari Filipina diproyeksikan bergerak ke level 30 juta ton setelah otoritas mineral memangkas kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno mengatakan impor dari Filipina dinilai bukan persoalan. “Impor ya nggak apa-apa, kan selama ini Filipina. Filipina kan nggak akan tinggi-tinggi amat ya,” ujarnya di DPR, Jakarta, dikutip Selasa (20/1/2026).

Tri juga memastikan target produksi bijih nikel yang ditetapkan pada tahun ini berada di sekitar 600 juta ton. “Angkanya sekitar segitu, 600 [juta ton],” kata dia.