BERITA TERKINI
ESDM: Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Harus Menekan PNBP, Pengawasan dan Optimalisasi Disiapkan

ESDM: Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Harus Menekan PNBP, Pengawasan dan Optimalisasi Disiapkan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tidak akan tergerus meski pemerintah berencana memangkas produksi batu bara tahun ini.

Rencana pemangkasan produksi batu bara dan nikel sebelumnya disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam pembahasan Rancangan Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM Tri Winarno mengatakan anggapan bahwa pemangkasan produksi otomatis membuat target PNBP tidak tercapai tidak selalu tepat. Menurutnya, ada sejumlah ruang yang dapat dioptimalkan untuk menjaga penerimaan negara.

“Melihat potensi untuk dioptimalkan. Maka saya di beberapa acara kan menyampaikan kalo logikanya ‘pemangkasan produksi pasti PNBP pasti tidak tercapai’, tapi ada beberapa hal mungkin yang bisa kita optimalkan (terkait PNBP),” kata Tri Winarno di sela acara Indonesia Weekend Miner di Hutan Kota Plataran, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1).

Tri menilai pemangkasan produksi berpotensi mendorong kenaikan harga batu bara. Karena itu, langkah tersebut perlu diiringi dengan berbagai upaya, antara lain optimalisasi penerimaan melalui pengawasan berbasis aplikasi E-PNBP serta penguatan sistem pemeriksaan dan pengawasan.

“Terus kemudian yang sudah kita lakukan mudah-mudahan juga ada beberapa pengawasan yang akan kita lakukan termasuk di antaranya kita ada beberapa nanti kebijakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tri memaparkan posisi Indonesia dalam perdagangan batu bara global. Dari total perdagangan batu bara dunia sekitar 1,5 miliar ton, Indonesia menyumbang ekspor sekitar 500 juta ton.

Ia menyebut angka tersebut cukup besar, meskipun produksi batu bara nasional disebut hanya sekitar 8% dari total produksi global yang berkisar 8,9 hingga 9,1 miliar ton per tahun.

“Total perdagangan untuk batu bata di dunia pada saat ini kan sekitar 1,5 miliar ton. Nah ini 500 sekiannya dari Indonesia. Artinya Indonesia di atas 30 persen bahkan mungkin mencapai 40 persen ini dari kita,” kata Tri dalam paparannya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemangkasan produksi batu bara dan nikel juga ditujukan untuk membuat tata kelola lebih teratur agar pasokan pertambangan di Indonesia lebih berkelanjutan.

“Jangan kita pikir negara ini cuma kita aja kan ada anak cucu kita. Jadi kalau memang harganya murah, ya jangan kita nambang dulu. Biarlah ini kepada anak cucu kita,” kata Bahlil usai konferensi pers, dikutip Sabtu (24/1).

Namun, Bahlil belum memerinci besaran pemangkasan produksi yang dimaksud, baik untuk batu bara maupun nikel, dibandingkan dengan produksi tahun ini.