BERITA TERKINI
Erajaya Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham, Harga ERAA Menguat

Erajaya Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham, Harga ERAA Menguat

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan dana Rp150 miliar untuk program pembelian kembali saham (buyback). Pada saat yang sama, harga saham ERAA menguat hampir 1% pada perdagangan Jumat pagi, 23 Januari 2026.

Di pasar, ERAA diperdagangkan pada level 412, naik 0,98% dibanding penutupan sebelumnya di 408. Sepanjang perdagangan intraday, saham ini dibuka di 414, sempat menyentuh level tertinggi 418, dan bergerak hingga level terendah 410.

Data orderbook menunjukkan antrean jual lebih besar, sekitar 658 ribu lot, dibanding antrean beli sekitar 321 ribu lot. Meski demikian, frekuensi transaksi di kedua sisi tercatat relatif tinggi, mencerminkan likuiditas perdagangan yang aktif.

Pada sisi permintaan, lapisan bid terlihat cukup rapat di area 408–410. Sementara itu, penawaran jual bertumpuk bertahap hingga area 420–430. Pola tersebut mengindikasikan pasar tengah menguji batas atas jangka pendek, dengan aksi ambil untung muncul ketika harga mendekati area 418–420, namun belum cukup kuat untuk mendorong harga kembali ke bawah level pembukaan.

Dari sisi kebijakan, program buyback ERAA berlangsung mulai hari ini hingga 23 April 2026 dengan alokasi dana Rp150 miliar. Manajemen menyatakan buyback dilakukan pada harga yang dinilai wajar, dengan Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) sebagai pelaksana.

Perusahaan juga menyebut skema buyback dijalankan sesuai ketentuan POJK dan SEOJK yang berlaku, serta tetap menjaga porsi minimum saham beredar sebagaimana diatur regulator.

Jika menilik kinerja keuangan, ERAA mencatat fluktuasi sepanjang 2025. Pada kuartal III 2025, pendapatan tercatat Rp17,32 triliun, turun dari kuartal II 2025 sebesar Rp19,16 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih periode berjalan pada kuartal III 2025 mencapai Rp243 miliar, lebih rendah dibanding kuartal II 2025 yang sebesar Rp394 miliar.

Meski menurun secara kuartalan, laba bersih ERAA tetap konsisten positif dari kuartal ke kuartal. Dari sisi profitabilitas, laba kotor kuartal III 2025 tercatat Rp1,88 triliun, yang menopang beban usaha dan menghasilkan laba operasional Rp493 miliar. EBITDA kuartalan berada di kisaran Rp846,8 miliar, lebih rendah dari kuartal sebelumnya namun masih mencerminkan kemampuan menghasilkan arus kas operasional.

Rasio keuangan perusahaan juga menunjukkan struktur permodalan yang relatif terjaga. Return on equity (ROE) kuartalan tercatat 2,5% dan return on assets (ROA) 0,76%. Sementara itu, interest coverage ratio berada di level 2,61 kali, yang mengindikasikan kewajiban bunga masih dapat ditopang oleh laba operasional.

Dalam konteks tersebut, alokasi dana buyback Rp150 miliar dinilai sebanding dengan skala pendapatan dan laba perusahaan. Manajemen menyatakan arus kas masih memadai untuk mendukung operasional dan ekspansi, sehingga buyback disebut tidak berada pada level yang berpotensi menekan likuiditas secara ekstrem.

Rencana pengalihan saham hasil buyback setelah program berakhir turut memberi sinyal bahwa langkah ini lebih diarahkan untuk pengelolaan struktur modal dan stabilisasi harga saham, bukan pengurangan permanen jumlah saham beredar.

Pada hari pertama pelaksanaan buyback, respons pasar terlihat cenderung positif. Harga bergerak naik dengan volatilitas intraday yang terjaga dan tanpa lonjakan volume yang bersifat euforia. Selama periode buyback berlangsung, pergerakan saham ERAA diperkirakan tetap sensitif terhadap dinamika orderbook serta perkembangan kinerja berikutnya, dengan buyback berperan sebagai bantalan ketika tekanan jual muncul.