Semarang—Erajaya Active Lifestyle, anak usaha Erajaya Group, membuka gerai terbaru Shokz di DP Mall Semarang. Pembukaan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan memanfaatkan tren gaya hidup aktif yang semakin berkembang di kota-kota besar, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perangkat audio pendukung olahraga.
Gerai Shokz di Semarang tercatat sebagai toko fisik keempat di Indonesia dan menjadi yang pertama beroperasi di luar wilayah Jakarta. Ekspansi ini menandai babak baru kehadiran merek audio open-ear tersebut di pasar nasional.
Deputy CEO Erajaya Active Lifestyle Andre Tanudjaja menjelaskan, pemilihan Semarang didorong oleh ekosistem olahraga yang dinilai hidup, terutama di kalangan pelari. Berdasarkan data internal perusahaan, terdapat pertumbuhan signifikan pada basis pelari muda dan pemula di ibu kota Jawa Tengah.
“Kenapa mengambil Semarang? Karena kami melihat komunitas pelari di Semarang cukup bagus dan kebutuhan masyarakat di sini untuk produk yang mendukung aktivitas lari mereka juga penting,” kata Andre di sela peresmian toko. Ia menambahkan, respons pasar di Semarang dinilai positif sejak rencana ekspansi digulirkan. “Kami coba masuk ke sini dan ternyata sambutannya cukup bagus,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andre turut menjelaskan teknologi utama yang diusung Shokz, yakni bone conduction. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendengarkan audio melalui getaran di tulang pipi tanpa menutup lubang telinga. Menurut Andre, pendekatan tersebut tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga untuk aspek keselamatan saat berolahraga di ruang publik.
“Tujuannya adalah ketika kita berolahraga atau berlari, kita masih bisa mendengar situasi di sekeliling. Kadang kalau telinga tertutup dan kita tidak dengar ada mobil atau motor mau lewat, itu tidak bagus (berbahaya). Makanya Shokz mengeluarkan teknologi bone conduction ini,” jelasnya.
Di gerai DP Mall Semarang, Shokz menampilkan lini produk yang dibagi dalam tiga kategori. Pertama, kategori sport melalui seri OpenRun yang dirancang untuk pelari dan menggunakan teknologi bone conduction. Andre menyebut ada model khusus untuk renang yang dilengkapi memori internal karena penggunaan Bluetooth tidak memungkinkan saat berenang. “Untuk yang swim, dia sudah punya memori. Karena ketika berenang tidak bisa pakai Bluetooth, jadi harus pakai memori simpanan lagu,” katanya.
Kedua, kategori daily melalui seri OpenFit yang memakai desain ear-hook atau kait di daun telinga, bukan masuk ke lubang telinga. Desain ini ditujukan untuk kenyamanan penggunaan dalam durasi lama, termasuk saat bekerja. “Ini hampir boleh dibilang tidak terasa menempel. Kalau pakai in-ear (masuk kuping) kadang membuat capek. Kalau ini karena hanya menyangkut, jadi lebih enak,” ujar Andre.
Ketiga, kategori lifestyle dan fashion yang disebut sebagai kategori terbaru, menyasar pengguna yang mengutamakan estetika tanpa mengurangi fungsi.
Dengan hadirnya toko fisik di Semarang, Erajaya berharap konsumen dapat mencoba langsung pengalaman menggunakan perangkat audio yang ditujukan untuk kebutuhan profesional, olahraga, maupun penggunaan sehari-hari. Salah satu pengunjung, Bella, mengaku terbantu karena kini dapat melihat dan mencoba produk secara langsung tanpa harus membeli secara daring. “Terbantu ya. Di sini bisa coba langsung, bagaimana kualitas dan performa produknya,” katanya, seraya menyebut dirinya aktif berolahraga di pusat kebugaran.

