Empat tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional 2025 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Capaian ini menegaskan konsistensi UMY dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kreativitas mahasiswa.
Kepala Subdirektorat Kreativitas, Penalaran, dan Kewirausahaan UMY, Dr. Muhamad Yusvin Mustar, S.T., M.Eng., menyatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan berjenjang dan berkelanjutan yang dikembangkan universitas. Menurutnya, kelolosan empat tim ini tidak hanya memperkuat reputasi akademik UMY di tingkat nasional, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kualitas penalaran ilmiah serta relevansi riset mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat.
Keempat tim penerima pendanaan PKM 2025 berasal dari sejumlah bidang. Pada skema PKM-KI (Karya Inovatif), tim UMY mengembangkan SmartScale Calibrator, alat kalibrasi timbangan digital berbasis embedded system dan Internet of Things (IoT) yang ditujukan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi standarisasi alat kesehatan.
Di bidang PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat), tim GETHO (Good Teeth and Oral) mengusung pendekatan Quantum Learning untuk meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar melalui metode edukasi yang interaktif.
Sementara itu, dua tim lainnya lolos pada bidang PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora). Tim pertama mengangkat riset “Loneliness in the Crowd” yang mengeksplorasi fenomena kesepian di platform TikTok melalui kajian hiperrealitas audiovisual. Tim kedua meneliti “Harmonisasi Nilai Hamemayu Hayuning Bawana” yang membahas penerapan kearifan lokal Jawa dalam membangun budaya integritas di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.
Yusvin menilai empat gagasan tersebut merepresentasikan kekuatan riset dan inovasi lintas disiplin di UMY, yang menggabungkan aspek teknologi, pendidikan, sosial, dan nilai budaya.
Ia menjelaskan, capaian ini ditopang strategi pembinaan terstruktur melalui koordinasi Direktorat Kemahasiswaan dan Karir (DKK), Subdirektorat Kreativitas, Penalaran, dan Kewirausahaan, serta unit pembinaan di tingkat fakultas dan program studi. Dalam skema pembinaan tersebut, mahasiswa didampingi mentor dan reviewer internal sejak penyusunan proposal hingga pelaksanaan program.
UMY juga rutin menyelenggarakan kegiatan pendukung seperti PKM Clinic, Coaching Clinic, dan Workshop Ide Kreatif untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap substansi, format, dan prinsip ilmiah PKM. Sejumlah fakultas turut mengintegrasikan kegiatan PKM ke dalam mata kuliah, seperti kewirausahaan, metodologi penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Selain pembinaan, universitas mendorong kolaborasi lintas jurusan untuk memperkuat gagasan agar lebih inovatif dan aplikatif. Dukungan fasilitas riset, laboratorium, serta seed funding internal dari Kantor Inovasi dan Kewirausahaan (KIK) UMY juga disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing mahasiswa.
Dalam proses seleksi menuju tingkat nasional, Subdirektorat Kreativitas, Penalaran, dan Kewirausahaan melakukan pendampingan melalui pelatihan intensif dan seleksi berjenjang. Setiap proposal dikawal dosen pembimbing dan melalui proses review internal sebelum dikirimkan ke tingkat nasional.
UMY juga menyiapkan pembinaan lanjutan bagi tim yang telah memperoleh pendanaan, termasuk persiapan menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Yusvin menambahkan, universitas berkomitmen memperluas partisipasi mahasiswa dalam riset dan inovasi agar dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program yang berkelanjutan.

