BERITA TERKINI
Ekonom: Rencana Tarif AS Berisiko Menekan Pertumbuhan Ekonomi Latvia

Ekonom: Rencana Tarif AS Berisiko Menekan Pertumbuhan Ekonomi Latvia

Riga — Kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump dinilai berpotensi menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi kawasan Baltik, termasuk Latvia. Sejumlah ekonom memperingatkan rencana penerapan tarif baru AS dapat memperlambat laju ekspor dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Mengutip Xinhua, Kepala Ekonom Bank Citadele Latvia, Karlis Purgailis, mengatakan rencana pemberlakuan tarif terhadap delapan negara Eropa berisiko menekan kinerja ekonomi Latvia meski negara itu tidak menjadi sasaran langsung. Menurutnya, keterkaitan rantai pasokan Latvia dengan negara-negara yang terdampak dapat menimbulkan efek domino.

Ketegangan bermula setelah Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 10 persen mulai 1 Februari bagi negara-negara yang tidak mendukung rencana akuisisi Greenland. Negara yang berpotensi terdampak adalah Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Purgailis menilai penurunan permintaan dari mitra utama dapat memicu turunnya pesanan industri di Latvia. Dampaknya berpotensi merembet ke pasar tenaga kerja, termasuk melemahnya kondisi ketenagakerjaan serta pertumbuhan upah yang tidak maksimal.

Bank Citadele juga memaparkan tiga skenario dampak terhadap proyeksi awal pertumbuhan ekonomi Latvia yang sebesar 2 persen. Dalam skenario negatif, pertumbuhan ekonomi diperkirakan terpangkas hingga 1,5 poin persentase sehingga melambat menjadi 0,5 persen.

Dalam skenario ringan, pertumbuhan disebut akan terbatas sekitar 0,7 poin persentase. Sementara pada skenario moderat, pertumbuhan diproyeksikan turun sekitar 1,1 poin persentase, sehingga ekonomi Latvia diperkirakan tumbuh 0,9 persen pada tahun ini.