Eka Hospital Group meresmikan cabang ke-9 di kawasan MT Haryono, Jakarta, sebagai bagian dari perluasan jaringan layanan kesehatan premium. Ekspansi ini disebut menjadi langkah perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional sekaligus memperkenalkan teknologi medis, termasuk robot bedah Da Vinci Xi.
Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menyatakan kehadiran rumah sakit yang didukung teknologi canggih, tenaga medis profesional, serta sistem pengelolaan yang solid mencerminkan keyakinan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berkeadilan merupakan hak dasar setiap individu. Ia juga menilai fasilitas tersebut menjadi bagian dari kontribusi dunia usaha untuk mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Astacita menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu layanan unggulan di Eka Hospital MT Haryono adalah pemanfaatan robot bedah Da Vinci Xi. Teknologi ini memungkinkan prosedur bedah minimal invasif dengan tingkat presisi tinggi, didukung visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi, kontrol gerak yang stabil, serta fleksibilitas dalam menangani berbagai tindakan bedah kompleks.
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, mengatakan pembukaan cabang ke-9 ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif, modern, dan semakin mudah diakses masyarakat. Menurutnya, MT Haryono merupakan kawasan premium dan strategis yang menjadi penghubung berbagai pusat aktivitas di Jakarta.
“Kehadiran robot bedah Da Vinci Xi di Eka Hospital MT Haryono mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan teknologi terkini yang telah menjadi gold standard di banyak rumah sakit global, sehingga masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan setara internasional di dalam negeri,” ujar Rina Setiawati dalam acara Grand Opening Eka Hospital MT Haryono, Jumat (23/1/2026).
Perusahaan menyebut penggunaan robot bedah Da Vinci Xi memberikan manfaat klinis bagi pasien, antara lain sayatan operasi yang lebih kecil, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta masa pemulihan dan rawat inap yang lebih singkat.

