BERITA TERKINI
Dosen Universitas Mulia Dampingi UMKM Gunung Sari Ulu Perkuat Pemasaran Digital

Dosen Universitas Mulia Dampingi UMKM Gunung Sari Ulu Perkuat Pemasaran Digital

Balikpapan, 30 Oktober 2025 — Tiga dosen Universitas Mulia mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Gunung Sari Ulu untuk memperkuat kemampuan pemasaran digital. Sekitar 50 pelaku usaha mengikuti pelatihan interaktif yang memadukan praktik langsung serta pendampingan mahasiswa di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dengan melibatkan dosen lintas disiplin, yakni Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Wury Damayantie, S.Farm., M.Farm., dan Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom. Tim dosen memberikan penguatan strategi pemasaran berbasis teknologi, termasuk pengelolaan media sosial, marketplace, serta pembuatan konten promosi produk.

Dr. Linda Fauziyah Ariyani menyampaikan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Gunung Sari Ulu masih terbatas dalam pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi. “Sebagian besar pelaku UMKM belum mengoptimalkan teknologi digital dalam kegiatan usahanya. Mereka perlu dibekali dengan wawasan dan keterampilan terkait pengelolaan usaha di era digital,” ujarnya.

Dari pendampingan yang dilakukan, hampir seluruh peserta diketahui sudah memiliki akun media sosial, tetapi penggunaannya masih sebatas hiburan. Melalui pelatihan ini, peserta diarahkan untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat pengembangan usaha, mulai dari membangun citra produk, membuat konten video marketing, hingga memahami algoritma promosi di marketplace, Instagram, dan TikTok.

Sejumlah peserta menilai pelatihan kali ini berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya karena menekankan praktik langsung dan disertai kisah-kisah inspiratif yang membuat suasana belajar lebih hidup.

Pelatihan juga mengenalkan pendekatan Value Proposition Canvas untuk membantu peserta mengenali kebutuhan konsumen sekaligus menilai keunggulan produknya. “Peserta belajar mengenali masalah konsumen dan menjawabnya melalui inovasi produk, varian, kemasan, layanan, bahkan cara pemasaran. Model ini membuat mereka lebih mudah memahami posisi dan potensi usahanya,” kata Dr. Linda.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim dosen menemukan beragam potensi lokal yang dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui strategi digital. Dr. Linda menyebut ada produk kriya seperti buket bunga serta berbagai jenis makanan yang berpeluang menjadi lebih menarik jika dilakukan pembaruan merek. Ia menambahkan, lebih dari 10 pelaku usaha berhasil membangun merek selama pelatihan, termasuk seorang peserta berusia 72 tahun yang tetap bersemangat mempelajari promosi digital.

Mahasiswa Universitas Mulia turut berperan aktif membantu peserta, antara lain dalam pembuatan akun media sosial serta pelatihan penggunaan platform digital untuk memasarkan produk. “Mahasiswa sangat senang dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka belajar langsung bagaimana menerapkan teori komunikasi digital untuk membantu masyarakat,” tutur Dr. Linda.

Selain pemasaran, pelatihan juga difasilitasi dengan pembuatan QRIS melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Lebih dari 10 pelaku usaha berhasil memiliki sistem pembayaran digital untuk memudahkan transaksi. “Digitalisasi keuangan penting karena memudahkan pengelolaan keuangan dan memberi kenyamanan bagi konsumen. QRIS kini menjadi kebutuhan dasar bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Dr. Linda berharap peserta dapat terus mengembangkan keterampilan digital secara berkelanjutan. “Saya berharap para pelaku usaha tetap konsisten berproduksi dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar mereka,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab institusi terhadap masyarakat. “Kegiatan ini merupakan inisiatif mitra. Ke depan, saya berharap Universitas Mulia dapat menginisiasi program serupa dengan dukungan yang lebih luas, sebagai wujud kontribusi kampus terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.