Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejumlah capaian sepanjang 2025, termasuk penerbitan aplikasi digital “MinerbaOne” sebagai bagian dari transformasi tata kelola pertambangan mineral dan batu bara menuju sistem yang lebih transparan, efisien, dan terintegrasi secara digital.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan, sektor minerba juga berhasil mencapai target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di tengah penurunan harga komoditas dunia. Selain itu, kinerja reklamasi pascatambang disebut melampaui target, demikian pula jaminan reklamasi tambang.
Memasuki 2026, Ditjen Minerba menargetkan PNBP meningkat dari Rp124 triliun menjadi Rp128 triliun, meski dihadapkan pada penurunan produksi dan pelemahan harga komoditas. Pemerintah juga menaruh perhatian pada reklamasi pascatambang, dengan harapan meningkatnya kepedulian pelaku usaha terhadap kewajiban reklamasi.
Di sektor batu bara, target produksi 2026 diproyeksikan turun menjadi sekitar 600 juta ton. Tri menyebut penurunan target ini sejalan dengan melemahnya permintaan pasar, yang dipengaruhi lonjakan produksi batu bara dari India dan China.
Arah kebijakan dan target sektor minerba tersebut dibahas dalam dialog Safrina Nasution bersama Tri Winarno dalam program Closing Bell, Jumat (23/01/2026).

