PASURUAN — Direktur Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Ir. Bastari, menekankan pentingnya menjaga kualitas material untuk menjamin mutu konstruksi sistem transmisi air baku pada proyek Karian Dam–Serpong Water Conveyance System (KSCS).
Pernyataan itu disampaikan saat Bastari meninjau proses produksi pipa baja di PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk di Pasuruan, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Subdirektorat ATAB Wilayah II Asrul Pramudya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedi Yudha Lesmana, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Midian Wahyu Tukuboya, Kepala Satuan Kerja ATAB Raden Mas Indra, PPK ATAB I Nur Widyaningsih, PPK ATAB II Teguh Mulia Aribawa, serta para penyedia jasa konstruksi.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk merupakan salah satu pemasok pipa untuk kebutuhan sistem transmisi air baku dalam proyek KSCS. Bastari menyebut kualitas material, ketepatan jadwal produksi, dan pengiriman sebagai faktor penting agar pelaksanaan konstruksi di lapangan berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.
Pada pengiriman perdana ini, total pipa yang dikirim sebanyak dua batang pipa berdiameter 2.000 milimeter dengan panjang total 12 meter untuk KSCS Project Package I, serta dua batang pipa dengan spesifikasi yang sama untuk KSCS Project Package II.
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menyampaikan bahwa pengiriman perdana pipa baja tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan distribusi material utama untuk proyek transmisi air baku dari Bendungan Karian. Ia menyatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pengiriman hingga konstruksi di lapangan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS C3 menyatakan komitmennya untuk menjaga pengendalian mutu material serta memastikan ketepatan jadwal produksi dan distribusi, sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis. Proyek KSCS diharapkan menjadi infrastruktur penyedia air baku yang andal, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

