Deputi Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih dibayangi oleh gejolak global serta ketidakpastian di dalam negeri. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dinamika eksternal dan faktor domestik tetap menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas serta arah perekonomian nasional.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah perkembangan ekonomi dan pasar turut menjadi sorotan. Di sektor keuangan, pembiayaan BSI OTO dilaporkan tumbuh positif dengan dukungan pembiayaan ke segmen kendaraan listrik. Sementara itu, porsi pembiayaan fintech lending ke sektor produktif tercatat turun menjadi 34,09% per April 2026.
Dari sisi internasional, para pemimpin G7 menyatakan komitmen untuk mempererat koordinasi terkait risiko dan peluang yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, Inggris dan India disebut telah sepakat untuk menerapkan perjanjian perdagangan bebas mulai 15 Juli 2026.
Sejumlah kabar lain juga mencuat, termasuk data EIA yang menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat turun pada pekan lalu, sementara distilat naik. Di pasar otomotif, BMW menargetkan India menjadi pasar MINI dengan pertumbuhan tercepat pada 2026. Dari pasar modal domestik, saham GGRM dilaporkan melonjak dengan target saham dalam konsensus yang hampir mendekati.
Di Amerika Serikat, terdapat informasi mengenai peringatan 250 tahun AS yang disebut berdampak pada operasional Bandara Washington yang akan berhenti pada 4 Juli.

