BERITA TERKINI
Departemen Pajak dan OCB Perkuat Kerja Sama untuk Dorong Pelaporan Pajak Elektronik dan Transaksi Nontunai

Departemen Pajak dan OCB Perkuat Kerja Sama untuk Dorong Pelaporan Pajak Elektronik dan Transaksi Nontunai

Departemen Pajak dan bank OCB menandatangani kerja sama untuk mendorong transparansi keuangan serta memperluas penggunaan layanan pajak digital. Upacara penandatanganan digelar serentak di Hanoi dan terhubung dengan 25 lokasi di provinsi dan kota di seluruh negeri.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menargetkan kemudahan dalam proses deklarasi dan pembayaran pajak bagi usaha rumah tangga dan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku pada setiap periode, dengan dukungan solusi keuangan dari OCB. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat pembayaran pajak secara elektronik dan mendorong transaksi nontunai sejalan dengan pedoman Partai dan peraturan Negara.

Selain aspek layanan, kerja sama ini juga menekankan penguatan komunikasi kebijakan dan regulasi perpajakan kepada wajib pajak. Fokusnya terutama pada rumah tangga dan usaha perorangan yang beralih dari metode pajak sekaligus ke pajak berbasis deklarasi, serta kelompok yang bertransformasi menjadi perusahaan dalam kerangka Proyek 3389/QD-BTC. Departemen Pajak dan OCB juga mendorong koordinasi lebih erat antara otoritas pajak di semua tingkatan dengan sistem perbankan, termasuk OCB.

Dalam konteks transformasi ekonomi digital, standardisasi pengelolaan pajak dan penguatan bimbingan serta dukungan bagi usaha rumah tangga dalam proses deklarasi pajak disebut menjadi salah satu fokus utama sektor pajak pada 2026. Langkah ini dipandang berkontribusi pada peningkatan kepatuhan dan stabilitas operasional usaha rumah tangga di seluruh negeri.

Sejumlah kebijakan baru turut menjadi latar kerja sama ini. Mulai 1 Maret 2026, diberlakukan ketentuan yang mewajibkan rumah tangga bisnis menggunakan rekening bank terpisah untuk aktivitas operasional bisnis resmi. Pemisahan rekening bisnis dan rekening pribadi dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan dan kepatuhan pajak.

Selanjutnya, pada 5 Maret 2026, Pemerintah mengeluarkan Keputusan Pemerintah Nomor 68/2026/ND-CP yang mengatur kebijakan dan pengelolaan pajak untuk usaha rumah tangga dan usaha perorangan. Regulasi ini memberikan kerangka hukum yang dinilai lebih jelas dan diharapkan memudahkan masyarakat pelaku usaha dalam melakukan deklarasi serta pembayaran pajak.

Dalam situasi tersebut, dukungan lembaga keuangan dipandang berperan penting untuk membantu usaha rumah tangga menstandarkan operasi keuangan, pembayaran, dan manajemen arus kas. Hal ini disebut sebagai fondasi untuk transisi yang lebih efektif dari metode pajak sekaligus menuju metode pajak berbasis deklarasi.

Direktur Jenderal OCB, Pham Hong Hai, menyatakan kerja sama dengan Departemen Pajak menjadi fondasi penting bagi bank dan lembaga pengelola dalam mengimplementasikan solusi yang mendukung komunitas bisnis agar beroperasi efisien, patuh regulasi, dan berkembang berkelanjutan di era digital. Ia juga menyampaikan bahwa prioritas OCB pada 2026 serta visi 2026–2030 adalah memperkuat perbankan ritel dengan pendekatan berpusat pada pelanggan, termasuk membangun ekosistem keuangan dan teknologi yang mendukung usaha rumah tangga dan usaha kecil dalam pengelolaan serta operasional.

Mewakili Departemen Pajak, Wakil Direktur Mai Son menyampaikan harapan agar kerja sama ini meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan dan membantu wajib pajak mengakses perangkat modern, sehingga mendorong transformasi yang lebih tersinkronisasi di seluruh sistem. Ia menambahkan, salah satu tujuan Departemen Pajak adalah membangun sistem manajemen pajak yang modern, transparan, dan cerdas, serta mengusulkan agar otoritas pajak setempat proaktif berkoordinasi dalam penerapan solusi keuangan dan teknologi, termasuk dari OCB, guna mendekatkan layanan kepada komunitas bisnis.

OCB menyebut telah mengembangkan berbagai solusi keuangan dan pembayaran untuk membantu rumah tangga bisnis, antara lain untuk memperjelas pengelolaan pendapatan, mempermudah pembayaran yang lebih transparan, serta memenuhi persyaratan deklarasi dan pengelolaan pajak. Salah satu yang disorot adalah platform OCB Smart Merchant, yang diklaim mengintegrasikan perangkat lunak manajemen penjualan dan deklarasi pajak modern dengan sistem pembayaran nontunai multi-metode.

Menurut OCB, OCB Smart Merchant memungkinkan pencatatan transaksi secara otomatis dan sinkronisasi data dengan sistem manajemen penjualan serta faktur elektronik untuk mengurangi kesalahan akibat input manual. Proses pembuatan faktur dan pengiriman data ke otoritas pajak juga disebut diotomatisasi sesuai peraturan, dengan tujuan mendukung manajemen arus kas dan kepatuhan hukum.

Direktur Perbankan Ritel OCB, Luong Nguyen Minh Dang, menyatakan OCB mengembangkan solusi dengan fokus aksesibilitas, biaya rendah, dan keamanan tinggi, serta menawarkan sejumlah insentif. Di antaranya penyediaan nomor rekening menarik dengan batas transaksi hingga 30 miliar VND per hari, paket insentif kartu kredit termasuk bebas bunga untuk tiga siklus penagihan pertama, biaya cicilan mulai 2%, serta paket perangkat lunak manajemen penjualan lengkap, tanda tangan digital, dan faktur tanpa batas hingga akhir 2028.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan pimpinan OCB juga menandatangani perjanjian dengan Dinas Pajak Kota Hanoi. Ke depan, OCB menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan lembaga pengatur untuk mengimplementasikan dukungan praktis sekaligus menyempurnakan produk dan layanan keuangan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ekonomi.