Jakarta — Deputy Secretary General Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Musdhalifah Machmud, menyatakan optimistis terhadap prospek pertumbuhan pasar kelapa sawit global. Optimisme ini sejalan dengan upaya peningkatan produksi crude palm oil (CPO) dunia, termasuk di Indonesia.
Menurut Musdhalifah, CPOPC memastikan dukungan produsen kelapa sawit Indonesia terhadap program pemerintah, termasuk kebijakan hilirisasi melalui pengembangan biodiesel B50 yang ditargetkan berjalan pada 2026.
Ia menilai peningkatan produksi CPO yang dilakukan melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor sekaligus kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, program B50 disebut tidak akan mengganggu ekspor sawit Indonesia.
Selain pengembangan biodiesel, hilirisasi sawit juga terus didorong melalui pemanfaatan POME (Palm Oil Mill Effluent). Pemanfaatan ini diarahkan untuk mendukung konsep zero waste, yang dinilai menjadi salah satu pasar penting bagi sektor sawit di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Musdhalifah dalam dialog bersama Andi Shalini pada program Squawk Box, CNBC Indonesia, Jumat (23/01/2026), yang membahas upaya CPOPC dalam mendukung pengembangan komoditas sawit.

