PT Bank CIMB Niaga Tbk menegaskan komitmennya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini melalui peluncuran Program Literasi dan Inklusi Keuangan CIMB Niaga 2026. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Laporan Akuntabilitas Program Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Sepanjang 2025, CIMB Niaga menjalankan dua program utama literasi keuangan bagi pelajar, yakni Tour de Bank (TDB) untuk siswa sekolah dasar serta Ayo Menabung dan Berbagi (AMDB) untuk pelajar SMP dan SMA. Kedua program ini dilaksanakan di 29 kota, menjangkau 10.560 pelajar dari 119 sekolah, serta mendorong pembukaan 4.125 rekening tabungan pelajar.
Secara kumulatif sejak diluncurkan pada 2011, Program TDB tercatat telah menjangkau 26.974 pelajar SD dari 478 sekolah di 52 kota. Sementara Program AMDB telah menjangkau 80.325 pelajar dari 676 sekolah di 70 kota di seluruh Indonesia.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menyebut literasi keuangan sebagai fondasi penting untuk membangun kemandirian finansial generasi muda. Ia mengatakan, pembekalan literasi keuangan yang konsisten diharapkan membantu anak muda memahami konsep keuangan dan perbankan, sehingga mampu merencanakan masa depan keuangannya secara lebih matang.
Selain menyasar pelajar, program literasi keuangan CIMB Niaga juga menjangkau mahasiswa penerima beasiswa, tenaga pendidik, penyandang disabilitas, serta pelaku UMKM, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Sejak 2024, CIMB Niaga turut menghadirkan inisiatif Duta Literasi Keuangan untuk mendorong peran aktif pelajar dalam menyebarluaskan edukasi keuangan di lingkungan sekolah.
Pada 2025, CIMB Niaga menetapkan empat pemenang Duta Literasi Keuangan, yaitu El Zhafira Asyfiani Nurdin, Jasmine Eva Kalyani, Dominique Gracia Karen Usmany, dan Ashhabul Kahfi Putra Binoba. Selain itu, perusahaan juga menggelar kompetisi “Gemar Menabung” yang menghasilkan 30 pemenang dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Memasuki 2026, CIMB Niaga akan melanjutkan program literasi dan inklusi keuangan di 22 kota, termasuk kembali menyelenggarakan kompetisi “Gemar Menabung” sebagai upaya berkelanjutan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.
Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cecep Setiawan menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, dukungan sektor perbankan berperan penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, termasuk untuk mendorong anak muda lebih bijak mengelola keuangan dan menyiapkan masa depan.

