Bursa saham Indonesia dijadwalkan kembali beroperasi pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah menghentikan aktivitas perdagangan efek selama libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan keterangan yang mengutip laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham telah libur sejak 18 Maret 2026. Penutupan dilakukan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Dengan berakhirnya masa libur, pelaku pasar diperkirakan kembali aktif bertransaksi. Sejumlah analis menilai hari pertama perdagangan pasca-libur panjang berpotensi dipengaruhi sentimen global, sekaligus menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai, jika sentimen global mulai stabil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak menuju area 7.200 hingga 7.300 dalam jangka menengah. Ia juga menyebut meningkatnya aktivitas beli setelah libur dapat mendorong IHSG keluar dari fase konsolidasi.
Menurut Hendra, koreksi yang terjadi sebelum Lebaran lebih banyak dipicu faktor teknikal, terutama kebutuhan likuiditas investor. Seiring berakhirnya periode tersebut, tekanan jual diperkirakan mulai berkurang.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan koreksi, dengan level support 7.058 dan resistance 7.166. Ia menyebut secara teknikal IHSG masih berada dalam fase downtrend, sementara investor masih mencermati perkembangan di Timur Tengah dan arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Fed Rate).
Sebelumnya, IHSG tercatat menguat menjelang libur panjang. Mengacu data RTI, pada perdagangan Selasa (17/3/2027), IHSG naik 1,2% ke posisi 7.106,83, sementara indeks LQ45 bertambah 1,22% ke level 722,41. Pada hari itu, seluruh indeks saham acuan tercatat menghijau.
Herditya menyampaikan penguatan tersebut sejalan dengan perkiraan adanya rebound jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam pada hari sebelumnya. Dari sisi global, ia menyoroti harga minyak mentah yang turun setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk beberapa negara sehingga suplai minyak diharapkan berangsur pulih. Dari dalam negeri, ia menyebut nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dan BI Rate bertahan di level 4,75%.
Pada perdagangan Selasa tersebut, IHSG bergerak di rentang 7.059,89 hingga 7.148,25. Sebanyak 457 saham menguat, 214 saham melemah, dan 148 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.555.710 kali dengan volume 31,1 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 24,5 triliun. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.987.
Seluruh sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor basic mencatat kenaikan terbesar 3,43%, disusul sektor transportasi 3,69% dan infrastruktur 3,38%. Sektor teknologi naik 2,89%, properti 1,42%, energi 1,05%, consumer nonsiklikal 1,07%, industri 0,85%, kesehatan 0,60%, keuangan 0,46%, consumer siklikal 0,28%.