Pasar saham Asia mencatat rebound tajam pada Selasa, 24 Maret 2026, setelah sehari sebelumnya melemah. Penguatan terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan de-eskalasi dalam perang AS-Israel dengan Iran.
Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyebut Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” terkait upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Trump juga mengeklaim Iran ingin mengakhiri perang. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung dengan Washington, meski mengakui terdapat upaya diplomasi dari negara-negara kawasan.
Di tengah perkembangan tersebut, analis Danny Citrinowicz—mantan perwira senior intelijen pertahanan Israel—menyampaikan di media sosial bahwa tujuan pemerintahan Trump dalam perang ini tampaknya bergeser dari perubahan rezim ke pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di pasar saham, indeks Nikkei Stock Average naik 0,96 persen atau 494,03 poin ke 52.009,52. Penguatan ini melanjutkan kenaikan 0,6 persen pada awal perdagangan, setelah indeks tersebut sebelumnya jatuh 3,5 persen pada Senin.
Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 2,56 persen atau 138,48 poin ke 5.544,23, setelah sempat naik 0,8 persen di awal perdagangan. Sehari sebelumnya, Kospi anjlok 6,5 persen.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia sempat naik tipis 0,2 persen pada awal perdagangan, sebelum berbalik turun tipis ke level 8.379,40.