BERITA TERKINI
Bursa Eropa Bergerak Campuran, Kontrak Indeks AS Melemah di Tengah Risiko Geopolitik dan Data Ekonomi

Bursa Eropa Bergerak Campuran, Kontrak Indeks AS Melemah di Tengah Risiko Geopolitik dan Data Ekonomi

Pergerakan pasar pada perdagangan siang hari menunjukkan sentimen yang campuran, dengan indeks saham Eropa bergerak tidak searah. Swiss memimpin penguatan setelah kontrak SUI20 naik 0,5%. Sementara itu, kontrak indeks Prancis CAC40 dan FTSE Italia mencatat kenaikan terbatas di sekitar 0,2%. Di sisi lain, DAX Jerman turun 0,4% dan WIG20 Polandia melemah 0,9%.

Di Amerika Serikat, kontrak indeks bergerak melemah. Kontrak Dow Jones turun 0,3%, kontrak Nasdaq 100 melemah 0,5%, dan kontrak S&P 500 terkoreksi 0,4%.

Sejumlah analis menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang dinilai berpotensi menambah risiko bagi saham Eropa dan pasar komoditas. Sengketa terkait Greenland disebut menekan valuasi aset Eropa, sementara aksi protes di Iran dipandang dapat menopang harga minyak dan gas.

Dari sisi sektoral, saham-saham yang terkait layanan publik, kesehatan, serta pertambangan—khususnya logam mulia dan logam industri—terlihat relatif kuat. Sebaliknya, sektor media dan properti menunjukkan kinerja yang lebih lemah.

Di pasar komoditas, harga minyak dan logam industri menguat. Minyak naik lebih dari 1% di tengah ketidakpastian mengenai potensi intervensi AS di Iran. Nikel menguat 2,5%. Penguatan lebih besar terjadi pada logam mulia, dengan perak melonjak hampir 6% dan untuk pertama kalinya di bursa COMEX menembus USD 90 per ons.

Dari Eropa, anggota Bank Sentral Eropa (ECB) Luis de Guindos dijadwalkan menyampaikan pidato di Madrid. Ia menyoroti ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa karena perusahaan menunda investasi di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Di AS, pasar kembali mencermati rilis data ekonomi. Data indeks harga produsen (PPI) tercatat mendekati ekspektasi, dengan PPI tahunan 3% dan pertumbuhan bulanan 0,1%. Penjualan ritel juga sedikit melampaui perkiraan, naik 0,6% pada November. Namun secara tahunan, pertumbuhan penjualan ritel melambat dari 3,47% menjadi 3,3%.

Sejumlah pejabat Federal Reserve dijadwalkan berbicara, termasuk Paulson, Williams, dan Kashkari. Pelaku pasar juga menantikan rilis data persediaan minyak AS pada sesi selanjutnya.

Di pasar valuta asing, pasangan EURUSD relatif stabil di sekitar 1,1650. Yen Jepang dan pound sterling menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS.

Musim laporan keuangan bank-bank AS mulai bergulir. Bank of America membukukan hasil sedikit di atas konsensus. Wells Fargo dan Citigroup melampaui ekspektasi laba per saham (EPS), tetapi mengecewakan dari sisi pendapatan. Saham Citigroup naik tipis sebelum pembukaan perdagangan, sedangkan Wells Fargo dan Bank of America masing-masing melemah sekitar 2%.

Di sektor korporasi Eropa, saham BP tertekan setelah perusahaan mengumumkan rencana pencatatan kerugian hingga 5 miliar poundsterling pada kuartal IV, terutama pada bisnis yang terkait transformasi energi.

Di sektor farmasi, Novo Nordisk mengisyaratkan kesiapan melakukan aksi merger dan akuisisi (M&A) yang agresif di segmen pengobatan obesitas setelah gagal memenangkan akuisisi Metsera.

Dari Asia, saham Alibaba menguat hampir 3% seiring ekspektasi terkait acara Qwen. Dalam latar yang sama, saham-saham teknologi Asia mencatat pertumbuhan yang solid.

Sementara itu, maskapai Ryanair menyatakan rencana membatasi penerbangan ke Eropa akibat pajak baru. Perusahaan juga menolak tawaran Starlink untuk penyediaan layanan internet di pesawat.