Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (9/2), seiring meningkatnya optimisme investor yang mengikuti reli Wall Street pada akhir pekan lalu. Penguatan ini terjadi setelah pasar melalui pekan yang berfluktuasi, dipicu kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak hingga 5,7% dan menyentuh level rekor. Kenaikan tersebut didorong sentimen positif menyusul kemenangan bersejarah Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu Jepang.
Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi—yang kerap menjadi barometer investasi kecerdasan buatan (AI)—melesat lebih dari 4%.
Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah aset lain. Bitcoin mulai pulih dari pelemahannya, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik hampir dua basis poin pada Senin pagi. Di pasar komoditas, emas dan perak mengawali pekan dengan penguatan meski masih jauh dari level tertinggi sepanjang masa. Sebaliknya, minyak mentah Brent turun sekitar 1% seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average mencetak tonggak baru pada Jumat lalu setelah menembus level 50.000. Pencapaian ini mencerminkan pergeseran minat investor ke saham-saham siklikal, bersamaan dengan langkah mengurangi paparan pada sektor teknologi.

