Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sarolangun menggelar kegiatan edukasi Tabungan Emas bagi para nasabah dalam agenda Priority Gathering bertajuk Golden Step Into The Future atau “langkah emas menuju masa depan”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (21/01/2026) di Ruang Aula Saoenk Bang Radja, Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun.
Acara dibuka oleh Funding and Transaction Business Deputy BSI Wilayah Palembang, Joko Effendi. Sejumlah undangan turut hadir, di antaranya Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Senior Investment Market Strategist Dega Rapidity, NBC Business Develoment Oficer Dede Irawan, Pimpinan BSI KCP Sarolangun Andri, Pimpinan BSI KCP Singkut Deka Ade Saputra, Ketua DWP Sarolangun Ny Hj Lilis Sumiati Arief, jajaran pegawai BSI, jajaran TP PKK Sarolangun, serta nasabah prioritas BSI.
Dalam sambutannya, Joko Effendi menyampaikan apresiasi kepada para undangan yang hadir. Ia menjelaskan tujuan kegiatan tersebut, yakni memberikan pemahaman mengenai investasi emas dan manfaatnya sebagai instrumen perlindungan nilai kekayaan.
“Hari ini kami akan menyampaikan dan mengedukasi kenapa harus emas. Emas ini akan memproteksi kekayaan kita, melindungi kita, maka investasi emas menjadi pilihan terbaik, dan kita mulai mempersiapkan perencanaan yang baik. Intinya hari ini kami menyampaikan dan mengedukasi untuk para nasabah dalam tabungan emas,” kata Joko.
Ia juga menyebutkan bahwa BSI telah resmi menjadi salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditetapkan pada akhir Desember 2025. Selain itu, BSI disebut diresmikan Presiden RI pada 25 Februari 2025 sebagai Bank Emas di Indonesia.
Joko menjelaskan, Tabungan Emas BSI merupakan produk investasi emas syariah digital yang memungkinkan nasabah menabung emas secara bertahap, termasuk dari nominal kecil sekitar Rp50.000 atau setara 0,05 gram melalui aplikasi BSI Mobile/BYOND by BSI.
Menurutnya, fitur yang tersedia mencakup beli, jual, transfer, dan cetak emas. Produk ini juga disebut memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengelolaan yang terpercaya, serta fleksibilitas transaksi yang dapat dipantau melalui aplikasi.
Ia menambahkan, produk tersebut dinilai cocok untuk investasi jangka panjang karena biaya yang hemat dan akses yang terjangkau bagi berbagai kalangan. Dalam kesempatan itu, Joko juga menyinggung kerja sama kegiatan sebelumnya dengan pemerintah daerah melalui program “Sarolangun berhaji” yang disebut menjadi percontohan nasional di tingkat kabupaten/kota.
Dalam pemaparannya, Joko turut menyampaikan sejumlah keunggulan Tabungan Emas BSI, antara lain transaksi sesuai prinsip syariah dan diawasi Dewan Pengawas Syariah (DPS), terjangkau karena bisa dimulai dari gramasi kecil, praktis melalui aplikasi BYOND by BSI, aman karena emas titipan berada di lembaga terpercaya dan diawasi OJK, serta fleksibel lewat fitur beli, jual, transfer, dan cetak.
“Kalau kita menyimpan emas di rumah kita khawatir adanya pencurian tetapi kalau kita menyimpan di BSI insa Allah kita aman dan nyaman,” ujarnya.

