BERITA TERKINI
BSI Catat Remitansi Rp116 Triliun, Perkuat Layanan untuk Pekerja Migran Indonesia

BSI Catat Remitansi Rp116 Triliun, Perkuat Layanan untuk Pekerja Migran Indonesia

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat layanan remitansi internasional untuk memudahkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengirim dana ke Tanah Air secara aman, cepat, dan sesuai prinsip syariah. Upaya ini menjadi bagian dari strategi BSI memperluas peran di pasar remitansi, sekaligus memperkuat layanan keuangan bagi PMI.

BSI menilai remitansi tidak hanya berkaitan dengan transaksi lintas negara, tetapi juga memiliki dampak besar bagi ekonomi keluarga dan daerah asal PMI. Karena itu, penguatan layanan remitansi dibarengi dengan edukasi keuangan syariah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih berkelanjutan.

Dalam meningkatkan literasi tersebut, BSI menggandeng perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia melalui kerja sama dengan KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur. Malaysia disebut menjadi salah satu kantong terbesar PMI sekaligus sumber remitansi utama, sehingga dipandang strategis untuk memperluas akses layanan perbankan syariah.

Hingga Desember 2025, BSI mencatat jumlah transaksi remitansi mencapai 1,8 juta transaksi atau tumbuh 9% secara tahunan. Dari sisi nilai, remitansi BSI menembus sekitar Rp116 triliun.

Pertumbuhan itu ditopang jaringan remitansi di 14 negara dengan lebih dari 30 mitra global. Jaringan tersebut memungkinkan PMI mengirim dana dari berbagai negara ke Indonesia dengan akses yang lebih mudah.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menyatakan ekspansi jaringan dilakukan untuk merespons meningkatnya kebutuhan transaksi perbankan syariah di kalangan PMI. Ia menambahkan Malaysia menjadi salah satu kantong transaksi terbesar dan BSI memperdalam layanan yang dapat diakses dari berbagai negara.

Memasuki awal 2026, BSI melanjutkan penguatan sinergi dengan KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur melalui program literasi keuangan untuk PMI. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong aktivitas transaksi keuangan syariah.

Dalam kegiatan tersebut, PMI diperkenalkan pada pengelolaan keuangan yang lebih terencana, termasuk pemanfaatan produk tabungan, investasi syariah seperti Tabungan Emas, serta pemahaman pentingnya menyalurkan devisa ke dalam negeri melalui jalur resmi. BSI juga mendorong penggunaan superapps BYOND by BSI untuk memudahkan pengiriman uang internasional secara lebih praktis.

BSI menjalankan strategi melalui dua jalur, yakni pendekatan business to business untuk meningkatkan volume remitansi lewat kerja sama dengan mitra global, serta business to customer yang difokuskan pada aktivasi dan peningkatan penggunaan layanan digital oleh nasabah migran.

Saat ini, layanan BSI Remittansi tersedia di sejumlah negara tujuan PMI dan diaspora Indonesia, antara lain Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia.

Anton menegaskan remitansi memiliki arti strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. “Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman,” ujarnya.

Melalui kombinasi ekspansi jaringan, literasi keuangan, dan digitalisasi, BSI menargetkan penguatan ekosistem remitansi syariah yang lebih inklusif. BSI juga berharap arus remitansi tidak berhenti sebagai dana konsumtif, melainkan dapat berkontribusi sebagai penggerak ekonomi daerah.