BERITA TERKINI
BRI Catat Laba Bersih Rp57,132 Triliun pada 2025, Perkuat Pendanaan dan Fokus UMKM

BRI Catat Laba Bersih Rp57,132 Triliun pada 2025, Perkuat Pendanaan dan Fokus UMKM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan laba bersih Rp57,132 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang dinilai sehat, serta kualitas aset yang terjaga.

Dalam paparan kinerja Triwulan IV 2025 di Jakarta pada 26 Februari 2026, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada 2026, dengan dukungan permintaan domestik yang kuat. Inflasi disebut terkendali di kisaran 2,9% sesuai target Bank Indonesia, sehingga memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Menurut perseroan, kombinasi stabilitas inflasi, konsumsi domestik yang terjaga, dan pelonggaran kebijakan moneter menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sektor perbankan, termasuk BRI.

Hingga akhir Desember 2025, BRI mencatat total aset tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2.135 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun, dengan rasio dana murah (CASA) naik menjadi 70,6%. Cost of fund (CoF) membaik menjadi 2,9% dari 3,1% pada 2024.

Di sisi penyaluran, kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun. Pertumbuhan ini disebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional 9,6% pada 2025. Ekspansi dilakukan secara prudent, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga di level 3,07%, loan at risk (LaR) yang turun menjadi 9,6%, serta pencadangan dengan NPL coverage 178,1%.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 23,52%, sementara loan to deposit ratio (LDR) tercatat 91,4%.

BRI menegaskan komitmennya sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan. Sepanjang 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total KUR BRI, yang disebut mencerminkan keberpihakan pada sektor produktif dan ketahanan pangan nasional.

Sejak April 2025, BRI juga menjalankan transformasi terintegrasi bertajuk BRIVolution Reignite yang berfokus pada dua pilar. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan melalui optimalisasi CASA, pengembangan transaction banking, penguatan SuperApp BRImo, serta ekspansi platform QLola untuk segmen SME dan wholesale.

Dalam kerangka tersebut, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi Rp7.057 triliun yang meningkat 26,1% YoY.

Pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, difokuskan pada penguatan bisnis inti mikro serta pengembangan sumber pertumbuhan baru, antara lain melalui ekspansi payroll loan, penguatan KPR dan auto loan, pengembangan wealth management, serta penguatan ekosistem gadai emas. Transformasi ini ditopang penguatan human capital, manajemen risiko, IT dan digital, hingga operational excellence.

BRI juga melanjutkan sinergi Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM untuk memperluas jangkauan layanan. Pada sisi inklusi keuangan, jumlah Agen BRILink tercatat lebih dari 1,1 juta agen yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa, dengan volume transaksi Rp1.746 triliun.

Dalam aspek keberlanjutan, BRI menyatakan telah mengintegrasikan prinsip ESG dalam model bisnis. Portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5% dari total pinjaman, sementara Pembiayaan Berwawasan Lingkungan (KUBL) tercatat Rp93,2 triliun.

Kontribusi anak usaha juga meningkat, dengan total aset tumbuh 23,3% YoY menjadi Rp267 triliun dan laba bersih naik 16,1% YoY menjadi Rp10,38 triliun. Kontribusi anak usaha terhadap laba konsolidasi disebut mencapai 18,2%.

Dengan fondasi permodalan dan likuiditas yang kuat serta transformasi yang berjalan, BRI menyatakan optimistis melanjutkan ekspansi sehat pada 2026. Perseroan menegaskan pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada penciptaan dampak bagi masyarakat melalui pembiayaan inklusif, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekonomi kerakyatan.