BERITA TERKINI
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Bayarkan Klaim Rp155,17 Miliar Sepanjang 2025

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Bayarkan Klaim Rp155,17 Miliar Sepanjang 2025

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura merealisasikan pembayaran klaim jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp155,17 miliar sepanjang Januari hingga Desember 2025. Penyaluran manfaat itu diberikan kepada peserta melalui berbagai program perlindungan, sebagai upaya menjamin keamanan dan kesejahteraan pekerja di wilayah Madura.

Sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura menangani total 11.834 kasus klaim dari sejumlah program. Mayoritas klaim berasal dari Program Jaminan Hari Tua (JHT), disusul klaim dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyatno, menyatakan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja rentan di berbagai sektor. Menurutnya, perlindungan sosial menjadi fondasi penting untuk menciptakan rasa aman dan keberlanjutan penghidupan pekerja.

Rincian penyaluran klaim sepanjang 2025 mencatat JHT sebesar Rp140,59 miliar dari 9.984 kasus. Sementara itu, klaim JKK mencapai Rp4,83 miliar dari 951 kasus, JKM sebesar Rp8,096 miliar dari 296 kasus, serta JP sebesar Rp815,99 juta dari 40 kasus.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura juga menyalurkan klaim JKP sebesar Rp836 juta dari 423 kasus. Untuk perlindungan berkelanjutan bagi keluarga pekerja, disalurkan pula beasiswa pendidikan senilai Rp688 juta kepada 140 anak peserta.

Di luar pembayaran klaim, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura mendorong peningkatan kepesertaan untuk memperluas cakupan universal coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Upaya ini ditujukan agar pekerja formal maupun informal memperoleh perlindungan yang layak.

Hingga Desember 2025, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura tercatat 98.193 peserta. Jumlah itu terdiri dari 47.536 peserta segmen penerima upah (PU), 37.961 peserta bukan penerima upah (BPU), serta 12.696 peserta segmen jasa konstruksi.

Indriyatno menambahkan, berbagai strategi terus dijalankan untuk meningkatkan kepesertaan, salah satunya melalui pemetaan tenaga kerja dan evaluasi keikutsertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, agar perlindungan dapat dirasakan lebih merata.