BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro memanfaatkan tradisi budaya Petik Laut Rukun Nelayan Brondong untuk menyosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada nelayan dan pekerja sektor informal. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya tersebut dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran nelayan mengenai pentingnya perlindungan kerja. Sektor kelautan disebut memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, mulai dari cuaca ekstrem hingga kecelakaan saat melaut.
Dalam sosialisasi itu, BPJS Ketenagakerjaan memperkenalkan sejumlah program perlindungan, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kedua program tersebut memberikan manfaat perlindungan saat bekerja serta santunan bagi peserta maupun ahli waris apabila terjadi risiko kerja.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Fadlilah Utami, menyatakan nelayan merupakan kelompok pekerja dengan tingkat risiko kerja tinggi sehingga membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan iuran yang terjangkau, nelayan sudah bisa mendapatkan perlindungan saat bekerja. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan rasa aman, tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keluarganya,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Fadlilah menambahkan, wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Saat ini, pihaknya terus fokus memperluas kepesertaan, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti nelayan, petani, pedagang, serta pekerja mandiri lainnya.
“Melalui kegiatan seperti Petik Laut ini, kami berharap semakin banyak nelayan yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga keselamatan dan kesejahteraan mereka dapat lebih terjamin,” pungkasnya.

