BERITA TERKINI
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Gas Tawa “Whip Pink” di Kalangan Anak Muda

BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Gas Tawa “Whip Pink” di Kalangan Anak Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap tren penyalahgunaan Nitrous Oxide (N2O) atau “gas tawa” yang belakangan dikenal dengan label “Whip Pink” di kalangan anak muda Indonesia. BNN menilai pola pemakaiannya kian mengkhawatirkan karena tidak hanya dihirup, tetapi juga kerap dicampur dengan alkohol dan zat lain.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya telah memantau peningkatan tren penyalahgunaan N2O yang juga disebut “nangs”. Berdasarkan laporan intelijen, penggunaan dilakukan untuk mengejar efek euforia, sering dikonsumsi berulang, dan tidak jarang dikombinasikan dengan alkohol atau zat lain (polydrug use) yang meningkatkan risiko fatal.

BNN mengingatkan bahwa pencampuran gas tawa dengan alkohol dapat memicu hipoksia atau kekurangan oksigen akut di otak. Kondisi ini berisiko menyebabkan pingsan, kejang, hingga kerusakan otak permanen, serta meningkatkan kemungkinan kematian mendadak.

Selain risiko akut, BNN juga menyoroti dampak jangka panjang. Penggunaan berkepanjangan disebut dapat merusak sumsum tulang belakang dan saraf tepi, dengan gejala mulai dari mati rasa dan kesemutan berat hingga kelumpuhan total. Risiko ini dikaitkan dengan defisiensi vitamin B12 yang ekstrem.

Untuk mencegah fenomena ini berkembang menjadi masalah yang lebih luas, BNN menyiapkan sejumlah langkah. Pertama, melakukan pengkajian mendalam, termasuk kajian kimia terhadap sampel produk N2O yang beredar bebas serta kajian lintas sektor bersama Badan POM, Kementerian Kesehatan, dan kementerian terkait untuk menganalisis dampak dan kebutuhan kerangka regulasi.

Kedua, BNN memperkuat analisis intelijen dan pemetaan jaringan distribusi, terutama di kawasan hiburan malam yang dinilai kerap beririsan dengan peredaran narkotika lain. Ketiga, BNN bekerja sama dengan Komite Obat Nasional, Kepolisian, Bea Cukai, serta mitra di negara lain untuk berbagi informasi dan strategi penanganan.

Keempat, BNN mendorong penyusunan regulasi yang membatasi peredaran dan penggunaan N2O agar sesuai peruntukan industri yang sah sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

BNN juga mengimbau orang tua untuk waspada apabila menemukan benda-benda mencurigakan seperti tabung kecil (cartridge) atau balon di lingkungan remaja. Suyudi menegaskan N2O bukan untuk konsumsi rekreasi karena efek euforianya singkat, sementara risikonya dapat fatal dan permanen.

Di sisi lain, kematian mendadak selebgram Lula Lahfah sempat memicu spekulasi di media sosial yang mengaitkannya dengan penggunaan gas tawa “Whip Pink”. Namun kepolisian menyatakan hingga kini belum menemukan barang tersebut saat proses evakuasi.