Pergerakan harga Bitcoin berada di titik krusial dengan perhatian pasar tertuju pada level teknikal USD 88.450. Area ini merupakan garis tren naik yang selama ini menjadi fondasi struktur harga, terutama saat Bitcoin mengalami koreksi pada periode sebelumnya.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas USD 88.450, peluang pemulihan harga dinilai masih terbuka. Namun, apabila BTC turun dan menembus level support tersebut secara meyakinkan, kondisi itu dapat menjadi konfirmasi teknikal dimulainya tren turun utama.
Jika skenario penurunan terjadi, pergerakan harga berpotensi berubah menjadi sideways hingga menurun. Target support berikutnya disebut berada di kisaran USD 69.000, yang sebelumnya berperan sebagai area penopang penting dalam struktur harga jangka menengah.
Tekanan pasar tidak hanya datang dari sisi teknikal. Keputusan suku bunga Jepang turut menambah lapisan risiko baru. Apabila Bank of Japan menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi, yen Jepang berpotensi menguat dan likuiditas global dapat mengetat.
Kondisi tersebut kerap memicu tekanan jual pada aset berisiko, termasuk Bitcoin. Dengan harga yang saat ini tertahan di area resistance, sentimen makro dari Jepang dinilai dapat mempercepat pelemahan apabila respons pasar bergerak negatif.

