BERITA TERKINI
Bitcoin Menguat ke US$ 78.746, Analis Peringatkan Risiko Koreksi hingga US$ 55.000

Bitcoin Menguat ke US$ 78.746, Analis Peringatkan Risiko Koreksi hingga US$ 55.000

Harga sejumlah aset kripto bergerak menguat pada Selasa (3/2), dengan Bitcoin (BTC) naik ke level US$ 78.746,15 atau setara sekitar Rp 1,32 miliar (kurs Rp 16.800 per dolar AS). Berdasarkan data CoinMarketCap, kenaikan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat 2,40% dan mempertahankan posisinya sebagai aset kripto berkapitalisasi terbesar.

Penguatan juga terjadi pada beberapa kripto utama lain. Ethereum (ETH) berada di US$ 2.345,76 atau sekitar Rp 39,4 juta, naik 2,02% dalam 24 jam. Tether (USDT) menguat tipis 0,003% ke US$ 0,999 atau setara Rp 16.800. Sementara BNB naik 0,66% ke level US$ 770,44 atau sekitar Rp 12,94 juta.

Meski dibuka menguat, sejumlah analis menilai tekanan terhadap Bitcoin masih berpotensi berlanjut. Mengutip Coindesk, analis Compass Point memproyeksikan Bitcoin rawan terkoreksi hingga titik terendah di rentang US$ 60.000–US$ 68.000 atau setara sekitar Rp 1 miliar–Rp 1,14 miliar.

Analis Compass Point, Ed Engel dan Michael Donovan, menyebut tekanan yang lebih dalam terhadap Bitcoin kemungkinan membutuhkan peristiwa yang membawa risiko lebih luas. “Meskipun risiko jangka pendek masih cenderung ke arah penurunan, kami percaya saat ini sedang mendekati babak akhir di pasar bearish kripto. Penurunan lebih lanjut kemungkinan besar memerlukan pasar bearish di saham AS,” kata mereka.

Compass Point juga memperkirakan, jika Bitcoin turun melewati batas US$ 60.000, level berikutnya yang berpotensi diuji berada di sekitar US$ 55.000 atau setara Rp 924 juta.

Tekanan pada Bitcoin disebut turut dipengaruhi pergerakan aset safe-haven. Mengutip Financial Times, Senin (2/2), harga Bitcoin kian tertekan seiring reli kuat harga emas dan logam mulia lainnya. Kondisi itu terjadi ketika investor mencari aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta ancaman tarif dagang dari Amerika Serikat.