Bitcoin (BTC) kembali bergerak volatil dalam perdagangan terbaru. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC tercatat melemah 2,50% dan dibuka di level USD 92.715 atau setara Rp1.562.640.907. Pelemahan ini terjadi setelah reli kuat pekan lalu yang sempat membawa Bitcoin mendekati level psikologis USD 98.000, sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) dari investor ritel.
Di tengah koreksi tersebut, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) masih relatif solid di level 59,75%. Angka ini mencerminkan peran BTC yang tetap dominan dibandingkan aset kripto lainnya.
Pada perdagangan Senin (19/1) pagi, Bitcoin dibuka melemah di bawah USD 93.000. Tekanan jual dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal, tetapi juga sentimen global yang cenderung berhati-hati. Dari sisi teknikal, meski harga terkoreksi, pergerakan BTC masih bertahan di area moving average 20 (MA-20) dan tertahan di level support trendline. Kondisi ini mengindikasikan struktur tren jangka pendek masih relatif terjaga, meski ruang volatilitas tetap terbuka.
Namun, kegagalan Bitcoin mempertahankan momentum di area harga tinggi turut memicu likuidasi besar di pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi tercatat mencapai USD 659,58 juta, mencerminkan tingginya posisi leverage yang tertekan seiring penurunan harga.
Dari sisi fundamental jangka menengah, sentimen masih mendapat dukungan dari arus dana institusional. Pekan lalu, ETF Bitcoin spot mencatat kinerja mingguan terkuat sejak awal Oktober dengan total net inflow mencapai USD 1,42 miliar. Arus masuk terbesar terjadi pada Rabu sebesar USD 844 juta dan Selasa sebesar USD 754 juta, yang menunjukkan minat institusi terhadap BTC masih cukup kuat.
Ke depan, pelaku pasar juga mencermati sentimen makro global. Pada Selasa (20/1), perhatian investor tertuju pada potensi putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait tarif era Trump, yang berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global, termasuk aset kripto.
Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan sentimen yang ada, Bitcoin pada hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi di kisaran USD 92.000 hingga USD 94.000.

