BERITA TERKINI
Biaya Medis Naik Tajam, Allianz Ingatkan Pentingnya Strategi Proteksi Kesehatan dan Keuangan

Biaya Medis Naik Tajam, Allianz Ingatkan Pentingnya Strategi Proteksi Kesehatan dan Keuangan

Kenaikan biaya medis di Indonesia kian menjadi perhatian. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi kesehatan disebut melampaui inflasi umum, membuat perlindungan finansial terkait kesehatan dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis di tengah biaya perawatan yang terus meningkat.

Allianz mencatat lonjakan biaya per kasus penyakit kritis sepanjang 2020–2025. Biaya penyakit jantung meningkat hingga 219%, disusul demam berdarah dengue (DBD) 183%, kanker 179%, stroke 169%, dan typoid 116%. Tren ini menunjukkan risiko finansial akibat sakit semakin besar dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, biaya perawatan penyakit kritis dapat mencapai ratusan juta rupiah. Dalam keterangan yang dikutip dari laman Allianz, kemoterapi kanker dapat mencapai Rp300 juta, sementara penanganan serangan jantung bisa mencapai Rp500 juta. Biaya perawatan di rumah sakit pun disebut menjadi salah satu pos pengeluaran yang paling menguras, sementara biaya medis cenderung meningkat setiap tahun.

Gambaran kenaikan biaya ini sejalan dengan survei Global Medical Trends 2024 melalui Willis Tower Watson, yang menyebut biaya medis di Indonesia naik 12,7% pada 2024. Kondisi tersebut mendorong perlunya persiapan yang lebih matang untuk menghadapi biaya kesehatan yang diperkirakan semakin mahal.

Allianz menekankan bahwa masyarakat tidak dapat mengubah harga layanan kesehatan, tetapi dapat menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampaknya. Langkah yang disarankan mencakup penerapan gaya hidup sehat, perawatan rutin dan pemeriksaan pencegahan, hingga pengelolaan pengeluaran medis yang lebih terukur.

Dalam salah satu studi mengenai pengeluaran kesehatan, perawatan di rumah sakit disebut menyumbang sekitar sepertiga dari biaya perawatan kesehatan. Karena itu, upaya proaktif seperti menjalani perilaku hidup lebih sehat dinilai dapat membantu menekan risiko kesehatan sekaligus beban biaya.

Selain itu, pencegahan dan deteksi dini juga ditekankan. Situs Kaiser Permanente menyebut pencegahan serta deteksi dini tidak hanya membantu menghemat biaya, tetapi juga dapat menyelamatkan nyawa. Upaya yang disarankan antara lain vaksinasi rutin, pemeriksaan kesehatan, serta mendapatkan perawatan yang tepat saat gejala awal terdeteksi, termasuk melakukan medical check-up secara berkala.

Untuk kondisi tertentu yang tidak terlalu serius namun membutuhkan masukan medis, konsultasi virtual dapat menjadi opsi. Konsultasi dokter secara online dinilai bisa membantu menekan biaya dibanding kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan.

Penentuan fasilitas layanan juga berpengaruh pada total biaya. Untuk masalah kesehatan ringan seperti luka kecil, cedera ringan, atau demam, kunjungan ke klinik disebut dapat menjadi alternatif untuk menghemat pengeluaran dibanding langsung ke rumah sakit.

Allianz juga menyarankan masyarakat mulai memahami pola pengeluaran medisnya. Kebiasaan menghitung dan meninjau biaya yang selama ini dikeluarkan untuk perawatan dapat membantu menyusun rencana yang lebih realistis. Meski keadaan darurat medis tidak dapat diprediksi, perencanaan biaya perawatan tertentu tetap dapat dilakukan dengan meninjau kebutuhan medis anggota keluarga dan opsi rencana perawatan kesehatan.

Di tengah tren biaya medis yang terus naik, kepemilikan asuransi kesehatan disebut sebagai salah satu langkah untuk melindungi diri dari beban finansial akibat risiko kesehatan. Allianz menilai mendaftar asuransi lebih awal dapat membantu menghemat biaya di kemudian hari karena premi cenderung lebih rendah saat usia masih muda dan kondisi kesehatan masih baik.

Dalam keterangan yang sama, Allianz menyebut salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah Allianz Flexi Medical Plan, yang menawarkan pilihan wilayah pertanggungan dan batas manfaat tahunan yang dapat disesuaikan. Produk ini juga disebut memiliki fasilitas Tanya Dokter Online untuk konsultasi terkait kesehatan mental dan gizi.

Dengan kenaikan biaya medis yang berkelanjutan, strategi perlindungan kesehatan dipandang terkait erat dengan ketahanan keuangan. Perencanaan, pencegahan, dan evaluasi perlindungan menjadi langkah yang dinilai penting agar dampak inflasi medis dapat diantisipasi lebih baik.